oleh

Wow..Sumatera Selatan Kasus Covid Terbesar di Pulau Sumatera

//Herman Deru: Serahkan Puluhan Ribu Logistik Penanganan Covid-19 ke 17 Kabupaten/Kota dan 7 RS

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Sumatera Selatan saat ini menjadi Provinsi yang tersbesar di pulau sumatera untuk kasus Covid-19, masalah ini bukan tanpa sebab.

Sumsel sejak di instruksikan oleh Presiden Joko Widodo untuk menyisir OTG, ODP dan Semua Orang yang berhubungan dengan Pasien Positif. langsung di tracing/di sisir dan semua orang yang berhubungan langsung di lakukan Rapid tes, ketika orang tersebut positif maka di lanjutkan dengan swab tes untuk mencari kepastian, ujar Deru.

Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan dari awal sudah menyatakan perang melawan “hantu” Covid-19.

“Saya sudah mengistruksikan kepada Bupati dan Walikota untuk langsung mentracing dan menyisir semua orang yang berhubungan dengan pasien yang positif covid-19. Dan kalau dapat orang-orang tersebut segera tindak lanjuti dengan melakukan rapid tes, apabila ternyata hasil rapid tes positif maka segera lakukan swab tes untuk memastikan secara Tepat terhadap orang tersebut,” ujar Deru di sela sela acara, Saat membagikan Logistik.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru bagikan logistik.

Dan hari ini Herman Deru menyerahkan puluhan ribu bantuan logistik untuk penanganan Covid-19 kepada 17 Kabupaten/Kota dan 7 rumah sakit, Penyerahan ini di lakukan di Auditorium Graha Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Selasa.

Adapun sejumlah logistik penanganan Covid-19 yang di bagikan meliputi 8500 rapid test, 1000 pcs face shield, 6500 pcs kacamata google, 7300 VTM, 10000 pcs cover all suit, 5100 pasang handscoon, serta 6000 kotak lebih obat-obatan dan vitamin.

HD mengatakan, bantuan tersebut memang difokuskan untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. Sehingga semakin mendorong percepatan penanganan Covid-19 yang telah menjadi komitmen sejak awal.

(Tengah) Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru. (Photo: hms).

“Penyerahan ini semuanya memang berkaitan dengan penanganan Covid-19. Diharapkan bantuan ini dapat dibutuhkan sebagaimana mestinya,” kata HD.

Menurutnya, upaya penanganan Covid-19 di Sumsel sudah cukup maksimal dengan hasil yang baik.

“Saya lihat saat ini semua pihak sudah konsisten dalam penanganan Covid-19 sehingga belakangan terlihat hasil yang baik,” terangnya.

Berdasarkan angka positif Covid-19 di Sumsel, memang terlihat terjadi perkembangan kasus yang cukup signifikan. Namun disisi lain hal itu membuktikan jika semua pihak telah serius dalam penanganan Covid-19 ini.

“Saat ini, spesimen yang diperiksa memang kita perbanyak sehingga Covid-19 ini bisa terdeteksi lebih awal. Artinya, dari hasil pemeriksaan itu kita bisa langsung melakukan tracking terhadap orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien,” tuturnya.

Lebih lanjut Deru mengatakan, orang yang memiliki kontak erat tersebut bisa langsung dilakukan karantina disiplin, termasuk juga dengan orang tanpa gejala (OTG) yang ditemukan dari hasil tracking tersebut.

“OTG juga harus kita waspadai, Isolasinya harus dilakukan secara disiplin. Saat ini kita sudah siapkan tempat di rumah sehat untuk mengisolasi PDP biasa maupun PDP yang tanpa gejala. Saya minta daerah bisa meghimbau masyarakatnya, kalau perlu para PDP itu kita jemput,” bebernya.

Deru menegaskan, upaya penanganan ini tidak boleh berhenti sampai Covid-19 berakhir.

“Kita tidak tahu sampai kapan ini (Covid-19) berakhir. Saat ini sudah ada provinsi yang mengalami krisis pangan. Sebab itulah penanganan ini jangan sampai berhenti. Alhamdulillah pangan di Sumsel ini masih aman dan ini harus terus dijaga bersama-sama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, bantuan tersebut juga turut diberikan ke 7 rumah sakit di Palembang diantaranya, RS RK Charitas, RSMH, RS Siti Fatimah, RS Pelabuhan, RS Pusri, RS Muhammadiyah, RS Hermina.

“17 kabupaten/kota dan 7 tujuh rumah sakit diberikan bantuan tersebut. Namun jumlah setiap kabupaten/kota atau rumah sakit yang diberikan tidak sama dan disesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya. (edd/rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Dampaknyo keno gale rakyat tapi masala bantuan tidak adil kami tidak perna mndptkan bantuan apapun wlaupun copid 19 orang kaya tamba kaya yang miskin tamba susa klu nak ngasi bantuan turun lansung kelapangan jgn. Lwt rt idk perna adil