Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Dampak signifikan mulai terlihat sejak pertama kali Virus Corona masuk ke Indonesia pada Maret 2020. Salah satunya industri keungan syariah yang terkana dampak dari virus corona tersebut.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, ia mengatakan bahwa industri keuangan syariah tidak luput dari dampak pandemi Virus Corona.
“Kalau lihat dampak ke industri keuangan syariah. Kita lihat industri keuangan syariah tidak luput dari dampak Covid-19,” ujar Sri Mulyani di Jakarta (23/7).
Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan kepanikan global menimbulkan gejolak luar biasa besar pada keuangan seluruh dunia tidak terkecuali Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi tajam hingga 6,44 persen.
Akhir Maret lalu Jakarta Islamic Indeks di bawah 400 sebelum akhirnya berhasil naik lagi ke 500 di awal April.
Lanjut Sri Mulyani, stabilitas pertumbuhan pasar modal syariah sangat dibutuhkan untuk pengembangan dan pemulihan keuangan syariah khususnya industri takaful dan asuransi syariah. Takaful banyak investasikan di pasar modal syariah, koreksi tajam mempengaruhi pengelolaan dana di takaful.
“Sebesar 83,2 persen atau sekitar Rp39,8 triliun dari industri takaful diinvestasikan di berbagai instrumen seperti saham syariah, sukuk dan reksadana,” Ujar Srimulyani.
Tentunya pada saat ini, perbankan syariah harus memulai revisi target pertumbuhan sama seperti perbankan lain. Hal ini karena peningkatan risiko lembaga keuangan syariah akibat pandemi dan kemerosotan kegiatan ekonomi.
Peningkatan risiko juga mempengaruhi kemampuan lembaga syariah untuk memberi pembiayaan dan mendorong pemulihan ekonomi. (smn/bbs)







Komentar