Berita Rakyat Sumatera– Mempunyai istri yang hot di ranjang adalah impian dari semua laki-laki, namun ketika siistri sudah berlebihan maka sang suami harus benar benar siap juga, terutama kegagahan pisik dan stamina.
Ketika sang suami tidak siap tempur setiap saat, sedangkan siistri masih memintah untuk bertempur, maka yang terjadi adalah uring uringan bagi siistri, akibatnya pertengkaran pun kerap terjadi. Berikut kisah nyata seorang istri yang berlebihan dalam mengajak tempur sang suami, bahkan berakhir dengan perceraiaan.
Sebuah kisah nyata seorang suami di Tulungagung tiba-tiba ramai dibicarakan orang banyak. Sebabnya, sang suami disebut harus memilih bercerai karena tak kuasa memenuhi hasrat sang istri yang tergolong hiperseksual.
Perceraian pasangan suami istri itu pun bergulir ke pengadilan. Meski tak fokus ke soal seksual, namun diceritakan bahwa ihwal perceraian keduanya karena si suami tak tahan melayani permintaan istri untuk bercinta sembilan kali sehari.
Cerita ini muncul dari pengalaman seorang pengacara asal Tulungagung, Mohammad Hufron Efendi.
Pada sekitar akhir 2019 lalu, Mohammad Hufron sempat menangani kasus perceraian pasutri yang usia pernikahannya kurang dari satu tahun.
“Jadi memang betul itu kasus yang saya tangani. Kalau dilihat dari latar belakangnya salah satu pemicunya itu istrinya hiperseksual.” kata Muhammad Hufron seperti dikutip detik.com, Sabtu (15/8/2020).
Akibat situasi itu, kedua pasangan itu pun kerap terlibat pertengkaran.
“Kemudian dari situlah muncul pertengkaran. Nah yang dijadikan materi perceraian itu pertengkarannya, bukan hubungan seksualnya, karena itu sangat pribadi,” terangnya.
Muhammad Hufron menuturkan, pasutri tersebut masih berusia kurang dari 30 tahun.
Selama menjalani kehidupan rumah tangga, frekuensi kehidupan seksual sang istri lebih mendominasi dan selalu meminta dilayani hasrat seksualnya berulang kali dalam sehari.
“Kalau pasangan suami istri baru, memang biasanya frekuensi memang masih tinggi. Istilahnya kalau orang Jawa itu ‘jik kemaruk’.”
“Nah kalau frekuensi berlebihan ini menjadi persoalan lain. Tapi waktu itu saya tidak mendetail menanyakan masalah seksualnya karena pertengkarannya tidak hanya itu saja latar belakangnya,” jelas pengacara ini.
Perkara perceraian yang ditangani Muhammad Hufron itu pun berjalan dengan lancar. Majelis hakim Pengadilan Agama Tulungagung memutus suami istri sah bercerai. (smn/bbs)







Komentar