Palembang, Berita Rakyat sumatera – Bantuan untuk Ponpes dan keringanan uang kuliah mahasiswa terdampak Covid 19 sejatinya sudah diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru pada 7 Agustus lalu. Namun hingga Kamis (3/9) bantuan yang sangat dinantikan tersebut justru terhambat distribusi.
Kondisi ini tak ayal membuat Gubernur Sumsel H.Herman Deru menegur jajarannya. Ia lantas mengumpulkan sejumlah staf dan Kepala Dinas terkait, Kamis pagi di ruang Rapat Gubernur.
Menurut HD, bantuan tersebut mestinya segera cair agar dapat segera dimanfaatkan mereka yang membutuhkan. Karena itu Iapun meminta jajarannya untuk sesegera mungkin menyelesaikan kendala tersebut.
“Saya minta bantuan Covid untuk Ponpes ini sudah terdistribusi paling lambat hari Rabu depan (9/9/20). Begitu juga bantuan untuk keringanan uang kuliah mahasiswa yang belum tersalur. Kalau tidak sanggup menyelesaikan ini, lebih baik mundur,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Reza Pahlevi menjelaskan bahwa dari 18.082 mahasiswa/i yang terdata mendapatkan bantuan tersebut sebagian besar sudah dicairkan. Namun karena masih ada beberapa universitas yang mendaftarkan nomor rekening selain BSB maka pencairan belum dapat dilakukan.
Seperti diketahui sebagai bentuk komitmennya membantu kelangsungan pendidikan mahasiswa Sumsel di masa pandemi Covid-19, Gubernur HD mengguyurkan bantuan. Sebanyak 18.082 mahasiswa/mahasiswi dari 92 PTN/PTS diberikannya bantuan stimulan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) masing-masing Rp1 juta.
Penyerahan bantuan uang kuliah tunggal (UKT) kepada mahasiswa kurang mmpu terdampak covid 19 itu diserahkannya secara simbolis berbarengan dengan pemberian bantuan operasional pada ponpes se Sumsel untuk persiapan menuju adaptasi kebiasaan baru di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Jumat (7/8/2020).
Selain ribuan mahasiswa tersebut, Gubernur Herman Deru juga memberikan kepeduliannya pada 328 pondok pesantren se Sumsel. Masing-masing Ponpes diberikan bantuan operasional senilai Rp15 juta. (smn/rel)







Komentar