oleh

Gubernur Jambi Ajak KKSS Kawal Program Pembangunan dan Proyek Jalan Tol

Jambi, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi peran warga Bugis yang bermukim di Provinsi Jambi dalam mengisi serta mengawal pembangunan daerah melalui wadah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

“Kami merasakan betul sumbangsih luar biasa dari keluarga besar Bugis terhadap kemajuan Jambi. Warga Bugis dikenal memiliki kekompakan yang kuat di mana pun berada,” ujar Al Haris saat menghadiri pengukuhan Pengurus KKSS Provinsi Jambi masa bakti 2025–2030 di Jambi, Sabtu (31/1).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa warga keturunan Sulawesi Selatan di Jambi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat daerah dan memiliki andil besar dalam pembangunan.

Kontribusi tersebut, kata dia, terlihat dari keterlibatan warga Bugis yang berhasil menduduki berbagai posisi strategis, baik di sektor pemerintahan, legislatif, maupun sebagai penggerak ekonomi di bidang perkebunan, pertanian, hingga perdagangan.

Selain menekankan pentingnya menjaga kerukunan, Al Haris juga mengajak seluruh elemen KKSS untuk bersinergi mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk mendukung kelanjutan proyek pembangunan jalan tol di Provinsi Jambi.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu secara khusus meminta dukungan para tokoh KKSS yang memiliki jaringan kuat di tingkat pusat untuk turut mengawal percepatan pembangunan daerah.

“Pada tahun 2026 kita fokus pada penyelesaian ganti rugi lahan. Insyaallah pada 2027 pembangunan fisik jalan tol sepanjang 67 kilometer akan dilanjutkan hingga ke perbatasan Rengat, Riau,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS, Abdul Kadir Karding, dalam kesempatan yang sama menyampaikan pesan kepada seluruh pengurus dan anggota agar senantiasa menjaga marwah organisasi sebagai bagian dari proses pembangunan di berbagai lini.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan keterbukaan guna mencegah potensi gesekan antarsuku.

“Kita harus waspada, karena gesekan antarsuku kerap muncul akibat kurangnya komunikasi dan sikap tertutup. KKSS harus menjadi wadah yang menyatukan seluruh elemen, bukan sebaliknya,” ujarnya. (mhn/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *