Sedikitnya satu orang tewas dan 43 luka-luka ketika gempa bumi mengguncang Filipina tengah pada 18 Agustus, menyebabkan penduduk meninggalkan rumah mereka dan merusak gedung serta jalan. (Photo: Courtesy of Javee Vallecer / AFP).
Manila, Berita Rakyat Sumatera – Sedikitnya satu orang tewas dan 43 luka-luka ketika gempa berkekuatan 6,6 skala Richter mengguncang Filipina tengah, merusak bangunan dan jalan serta membuat penduduk mengungsi dari rumah mereka.
Gempa dangkal melanda tenggara Pulau Masbate di wilayah Bicol pada pukul 8:03 pagi (00:03 GMT) pada hari Selasa, kata Survei Geologi AS.
“Ada banyak rumah yang rusak,” kata Sersan Staf Antonio Clemente di Cataingan, sebuah kota berpenduduk sekitar 50.000 orang di pulau miskin beberapa kilometer di sebelah barat pusat gempa di Laut Samar. “Itu sangat kuat.”
Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, gempa tersebut melanda sekitar lima kilometer (tiga mil) dari Cataingan pada kedalaman sekitar 21 kilometer (13 mil).
Reporter stasiun radio lokal Christopher Decamon mengatakan dia melihat petugas darurat menarik tubuh seorang pensiunan polisi dari puing-puing rumah bertingkat tiga di pinggiran Cataingan. Istri pria itu lolos tanpa cedera.
Polisi memastikan kematian pria itu. Enam belas orang juga terluka di kota itu.
Gempa itu “benar-benar kuat, orang-orang kami menyiarkan pada saat itu, tetapi mereka lari keluar gedung”, kata Decamon kepada kantor berita AFP melalui telepon.
Di Palanas terdekat, setidaknya 27 orang terluka setelah terkena benda yang jatuh atau ketika sepeda motor mereka jatuh, kata Chris Adique, seorang petugas bencana kota, kepada radio DZBB. (rma/bbs)