Lokasi Kebakaran di Tebet. (Photo: Ist).
Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan empat anak korban kebakaran di Jalan Kutilang nomor 28-2, RT 06/RW 02, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan bakal dimakamkan hari ini, Minggu (20/7/2025).
Dua korban jiwa di antaranya adalah anak balita dan dua lainnya merupakan siswa sekolah dasar. Rinciannya, anak yang dimaksud, yakni PF (11), K (3), A (7), dan A (4).
“Korban jiwa Insyaallah telah diidentifikasi di rumah sakit Polri dan Insyaallah hari ini akan segera dimakamkan,” kata Rano usai meninjau korban terdampak kebakaran di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (20/7/2025).
Menurutnya , ada korban yang akan dimakamkan di Menteng Pulo dan ada pula yang akan dimakamkan di daerah Bogor atas permintaan keluarga.
“Dari informasi yang kami terima, bangunan yang terbakar sebanyak tiga bangunan di mana satu di antaranya merupakan tempat kos. Api diperkirakan berasal dari percikan api akibat korsleting listrik di sebuah kamar kos yang kosong,” jelas Rano.
Total, ada 16 Kepala Keluarga (KK) dengan total 46 jiwa yang terdampak kebakaran. Sementara itu, hanya 8 KK dengan (24) jiwa yang saat ini mengungsi di lapangan RW 01, Jalan Katik RT 02/01, Bukit Duri, Jakarta Selatan.
“Pemprov DKI juga memberikan dukungan lainnya seperti sembako, paket alat mandi, paket keperluan anak sekolah dan makanan siap saji,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rano menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga memberikan bantuan kepada orang tua yang anaknya meninggal dalam peristiwa kebakaran. Selain itu, santunan juga diberikan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional.
“Keluarga yang mengalami naas dua anak yang meninggal kita berikan santunan. Kemudian keluarga yang anak yang meninggal, satu orang juga kita berikan santunan. Saya tidak ingin menyebut jumlah, tapi artinya itulah maksimal Baznas telah banyak memberikan bantuan kepada kita juga,” ungkap Rano.
Kemudian, Rano menyampaikan rumah yang terdampak kebakaran rencananya juga akan dibedah, sehingga warga yang semula tinggal di lokasi tersebut diharapkan dapat kembali menghuni rumah yang telah terbakar.
“Tapi tentu saja bedah rumah baru bisa dilakukan apabila memang garis polisi sudah tercabut. Karena kan sekarang ini masih, apa namanya istilahnya? Masih pemeriksaan dari kepolisian,” ucap dia. (mhn/bbs)