Gibran tidak Salami Bahlil dan AHY. (Photo: Ist).
Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan usai tak menyalami Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menghadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, Minggu (10/8).
Setiba di lokasi, Gibran memilih bersalaman dengan sejumlah elite TNI, seperti KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak dan KSAU Marsekal Tonny Harjono, namun melewati Bahlil, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Bahlil terlihat hanya melirik tanpa bersalaman.
Momen ini memicu perhatian publik karena dianggap bertolak belakang dengan sikap Bahlil sebelumnya yang kerap menunjukkan gestur hormat kepada Gibran. Salah satunya saat rapat kabinet perdana Oktober 2024, ketika Bahlil bahkan mencium tangan Gibran—a gesture yang tidak ia lakukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Perlakuan Gibran ini juga mengingatkan pada momen dua bulan lalu ketika Prabowo tak membalas uluran tangan Bahlil saat hendak terbang ke Singapura. Di tengah isu ini, Bahlil sendiri sedang diterpa kabar bakal diguncang dari kursi Ketua Umum Golkar melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Politikus senior Golkar Ridwan Hisjam menyebut dorongan Munaslub muncul karena penurunan suara partai pada pemilu. Menurutnya, syarat Munaslub bisa terjadi jika ketua umum melanggar AD/ART, melakukan pidana, berhalangan tetap, atau mengundurkan diri.
“Banyak dorongan dari daerah karena suara Golkar turun sejak Pak Bahlil menjabat,” kata Ridwan. (mhn/bbs)