Sekda Bengkulu, Herwan Antoni. (Photo: ist).
Bengkulu, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sosial dan politik pasca aksi unjuk rasa yang digelar di Bumi Merah Putih.
“Kami berkomitmen menjaga stabilitas sosial dan politik di Bengkulu,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Bengkulu, Rabu (3/9/2025).
Herwan menjelaskan, Pemprov Bengkulu bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh elemen masyarakat terus bersinergi memastikan situasi tetap kondusif. Ia juga menegaskan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menghormati kebebasan berpendapat namun menolak segala bentuk tindakan anarkis.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan para kepala daerah memperkuat koordinasi Forkopimda, menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat, menggelar doa bersama, serta menggencarkan program pro-rakyat demi menjaga stabilitas daerah.
“Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu siap menjalankan seluruh instruksi,” ujar Herwan.
Aksi unjuk rasa pada Selasa (2/9) diikuti mahasiswa dari berbagai organisasi kepemudaan, aliansi mahasiswa lintas perguruan tinggi, serta elemen masyarakat. Berbeda dengan sebelumnya yang kerap diwarnai ketegangan, aksi kali ini berlangsung damai meski tetap menyuarakan sejumlah tuntutan terhadap kondisi nasional.
Sebelum aksi dimulai, peserta diperiksa aparat kepolisian untuk memastikan tidak ada benda terlarang yang dapat memicu kericuhan. Pemeriksaan berlangsung tertib, menyerupai prosedur keamanan dalam konser musik.
Uniknya, kali ini sejumlah anggota DPRD turut hadir bersama mahasiswa dan masyarakat di lokasi aksi. Koordinator lapangan, Kelvin Mindo, membacakan 14 poin tuntutan di hadapan para wakil rakyat, mencakup isu nasional, reformasi Polri, pembatalan pasal bermasalah dalam RUU Polri, hingga pencabutan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. (mhn/bbs)