Categories: Berita Nasional

Gubernur Rahmat: Lampung Fest 2025 Jadi Etalase Inovasi Kopi dan Wisata Daerah

Bandar Lampung, Berita Rakyat Sumatera — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa penyelenggaraan Lampung Fest 2025 akan difokuskan untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah, khususnya sektor kopi dan pariwisata.

“Langkah pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal diwujudkan melalui penyelenggaraan Lampung Fest 2025 yang mengusung tema kopi dan pariwisata. Salah satu ikon utama yang dihadirkan adalah Lampung Coffee Pavilion sebagai simbol sinergi antara industri kopi dan pariwisata,” ujar Gubernur Rahmat di Bandar Lampung, Rabu (29/10).

Menurutnya, kopi bukan hanya komoditas ekspor utama, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan kekuatan ekonomi masyarakat Lampung.

Related Post

“Kopi dan pariwisata bukan sekadar konsep seremonial, melainkan strategi konkret untuk memadukan dua kekuatan besar Lampung — budaya kopi dan potensi wisata alam,” jelasnya.

Rahmat menjelaskan bahwa dalam Lampung Fest 2025 akan digelar festival kopi yang terintegrasi dengan konsep agrowisata, di mana kebun kopi tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga destinasi wisata edukatif dan berkelanjutan.

“Ekspor komoditas kopi Indonesia pada 2024 meningkat hingga 76,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 51 persen ekspor tersebut berasal dari Lampung dengan nilai mencapai 840 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa Lampung memiliki peran penting dalam industri kopi nasional,” terangnya.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat potensi besar yang dapat dikembangkan di pasar domestik. Berdasarkan data, sekitar 79 persen masyarakat Indonesia merupakan peminum kopi, dan 71 persen di antaranya memilih kopi siap saji.

“Tren ini membuka peluang inovasi di berbagai lini, mulai dari produk dan layanan hingga pengalaman menikmati kopi. Kita perlu menghadirkan pengalaman yang unik, memperkenalkan cita rasa khas, dan memperkuat ekosistem industri kopi dari hulu hingga hilir,” katanya.

Melalui Lampung Fest 2025, Pemprov Lampung memperkenalkan Pavilion Kopi Lampung sebagai ruang kolaboratif bagi seluruh ekosistem kopi — mulai dari petani, pelaku usaha, perajin, hingga penikmat kopi.

“Di paviliun tersebut akan digelar berbagai kegiatan seperti lomba barista, edukasi kopi, temu bisnis, hingga kompetisi kuliner berbahan dasar kopi. Pengunjung juga dapat menikmati kopi khas Lampung secara gratis,” ujarnya.

Rahmat berharap Pavilion Kopi Lampung dapat menjadi wadah promosi sekaligus pembelajaran tentang praktik budi daya berkelanjutan, termasuk sistem agroforestri dan teknologi roasting modern yang dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi Lampung.

“Kami berkomitmen melibatkan para petani yang menerapkan praktik ramah lingkungan dan teknologi pertanian inovatif. Melalui Lampung Fest, kami ingin dunia tahu bahwa Lampung bukan hanya penghasil kopi unggulan, tetapi juga pusat inovasi dan pariwisata kopi Indonesia,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar potensi besar Lampung dalam bidang kopi dan pariwisata dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Acara seperti Lampung Fest ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Lampung kaya akan alam, budaya, dan semangat kolaborasi. Dengan gotong royong dan kerja bersama, kita bisa membawa Lampung lebih maju, lebih dikenal, dan lebih sejahtera,” tutupnya.

Menurut rencana, Lampung Fest 2025 akan digelar pada 11–25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. (mhn/ril)