Gubernur Sumbar, Mahyeldi. (Photo: ist).
Padang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengingatkan masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pangan dan pemanfaatan potensi pangan lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap beras di daerah tersebut.
“Konsumsi beras di Sumbar masih tergolong tinggi, sehingga diversifikasi pangan harus terus didorong,” kata Mahyeldi dalam kegiatan Smart Food Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis potensi sumber daya lokal, di Padang, Rabu (5/11/2025).
Gubernur menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai sumber karbohidrat lokal seperti ubi, labu, sagu, dan pisang sebagai alternatif yang sehat, bergizi, dan ekonomis.
“Misalnya, di Kabupaten Kepulauan Mentawai masyarakat bisa mengonsumsi pisang dengan gulai ikan. Itu contoh diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Mahyeldi menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga merupakan bagian penting dari ketahanan bangsa.
“Menjaga ketahanan pangan berarti menjaga ketahanan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mengembangkan potensi pangan lokal, agar Sumatera Barat menjadi daerah yang mandiri dan cukup pangan.
Terkait program Smart Food B2SA, Mahyeldi menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun masyarakat sehat, mandiri, dan peduli gizi. Pemerintah, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada keamanan dan kehalalan bahan makanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumbar, Iqbal Ramadi Payana, menjelaskan bahwa kegiatan Smart Food B2SA ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Diversifikasi Pangan.
“Sumbar saat ini menempati posisi delapan besar nasional dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) 89,0 pada tahun 2024. Ini menunjukkan kemajuan dalam keberagaman konsumsi pangan masyarakat,” ungkapnya. (mhn/bbs)