Menhub, Dudy Purwagandhi. (Photo: ist).
Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sistem transportasi di Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini dilakukan guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pemerataan konektivitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
“Konektivitas dan ekonomi berkelanjutan di kawasan ini akan terus diperkuat,” ujar Menhub Dudy saat meninjau sejumlah fasilitas transportasi di Kepulauan Bangka Belitung, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/10).
Kunjungan kerja Menhub dilakukan di Kota Pangkal Pinang, Pulau Bangka. Ia meninjau Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bangka Belitung yang mengelola berbagai layanan, antara lain angkutan antarmoda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Kelayang, layanan keperintisan penyeberangan dan jalan, serta program bidang lalu lintas.
Untuk layanan keperintisan penyeberangan, BPTD mengoperasikan dua lintasan aktif, yakni Sadai–Tanjung Gading dan Tanjung Ru–Tanjung Nyata.
Sementara itu, terdapat tujuh trayek aktif untuk layanan keperintisan angkutan jalan, di antaranya rute Pangkal Pinang–Tanjung Pura, Pangkal Pinang–Pusuk, Pangkal Pinang–Kretak–Koba, Pangkal Pinang–Sebagin, Pangkal Pinang–Kundi, Tanjung Nyato–Selat Nasik–Gual, serta Tanjung Pandan–Manggar (via Dendang).
Dalam mendukung Pangkal Pinang sebagai “Kota Timah”, BPTD juga menjalankan program manajemen rekayasa lalu lintas, mencakup pengaturan arus dan rute, optimalisasi fasilitas jalan, hingga edukasi keselamatan bagi pengguna jalan.
Menhub Dudy menegaskan, Kementerian Perhubungan mendukung pengembangan industri timah di Pangkal Pinang sepanjang tetap berlandaskan pada regulasi dan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan industri daerah, termasuk industri timah, sejalan dengan kepentingan nasional dan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Selain meninjau BPTD, Menhub juga mengunjungi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam yang memiliki tiga wilayah kerja, yaitu Belinyu, Sungai Liat, dan Sungai Selan.
Pelabuhan Belinyu berfungsi sebagai pelabuhan pengumpul yang disinggahi Tol Laut Trayek R7 dan Kapal Sabuk Nusantara 48, sementara Sungai Liat menjadi pelabuhan pengumpan lokal, dan Sungai Selan berperan sebagai pelabuhan pengumpan regional.
Menhub menekankan pentingnya menjaga aspek keselamatan dalam seluruh kegiatan transportasi.
“Kita harus betul-betul memerhatikan keselamatan. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Ramp check harus terus dilakukan, dan setiap kegiatan perlu berkoordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaannya mendapat dukungan penuh,” tegasnya.
Dalam kunjungan ke Bangka Belitung tersebut, Menhub turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada kegiatan Laporan Capaian Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan Penyerahan Aset Barang Rampasan Negara kepada PT Timah Tbk.
Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Kepala BPTD Kelas III Bangka Belitung Pitra Setiawan, Kepala KSOP dan UPP di wilayah Bangka Belitung, serta General Manager Pelindo Regional 2 Pangkalbalam, Achmad Yoga Suryadarma.
(mhn/bbs)