Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Photo: ist).
Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa uji coba teknologi carbon capture utilization (CCU) di PT Petrokimia Gresik (PG) menunjukkan hasil positif dengan penurunan emisi hingga 65 persen.
Menurut Agus, uji coba yang telah berlangsung selama tiga hingga empat bulan itu dilakukan dengan memasang perangkat CCU langsung pada cerobong pabrik guna menangkap sekaligus memanfaatkan emisi dari proses produksi.
“Alhamdulillah, ini masih tahap piloting. Proses trial and error dan penyempurnaan terus dilakukan,” ujarnya dalam acara Kumparan Green Initiative Conference 2025 di Jakarta, Kamis (18/9).
Selain menekan emisi karbon, penerapan CCU juga tercatat mampu mengurangi polusi udara hingga 70–80 persen. Hal ini dinilai tidak hanya mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan sekitar pabrik.
Agus menjelaskan, teknologi CCU yang dipakai dalam uji coba tersebut berasal dari perusahaan asal Taiwan dengan biaya relatif murah. “Tidak perlu lagi ada narasi bahwa transformasi menuju industri hijau itu mahal, karena teknologi ini sudah terbukti efektif dan terjangkau,” katanya.
Lebih jauh, penggunaan CCU juga menghasilkan produk turunan berupa soda ash—komoditas kimia yang masih banyak diimpor Indonesia. Ia menilai, penerapan luas CCU berpotensi menekan angka impor soda ash dan mengurangi beban negara.
Uji coba CCU di PG ditargetkan berlangsung enam bulan untuk memastikan konsistensi hasil sebelum dipublikasikan secara resmi. Kementerian Perindustrian pun tengah menyiapkan kerangka regulasi agar penerapan teknologi ini bisa diperluas ke industri nasional.
“Sejauh ini uji coba baru dengan satu perusahaan Taiwan. Namun, kami membuka peluang bagi penyedia teknologi lain agar dapat memberikan pilihan harga lebih murah atau reduksi emisi yang lebih baik,” tutup Agus. (mhn/bbs)