Mentan, Andi Amran Sulaiman. (Photo: ist).
Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong hilirisasi sektor pertanian melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, guna memperkuat riset, inovasi, serta pengembangan produk bernilai tambah demi meningkatkan kesejahteraan petani.
“Peran perguruan tinggi sangat penting dalam mendorong hilirisasi produk pertanian,” kata Amran seusai menghadiri Sarasehan Nasional Dies Natalis ke-85 Fakultas Pertanian (Faperta) IPB dan Ikatan Alumni Faperta IPB (IKA Faperta) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/9).
Menurut Amran, kerja sama pemerintah dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) telah memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional. Salah satunya adalah keberhasilan merilis varietas padi IPB 3S sepuluh tahun lalu yang terbukti bermanfaat langsung bagi petani.
Ia menjelaskan arah pembangunan pertanian kini mulai berfokus pada sektor perkebunan seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam. Untuk itu, Amran mendorong perguruan tinggi agar membangun klaster hilirisasi sesuai potensi daerah masing-masing. “Ke depan, kami ingin setiap provinsi memiliki satu klaster. Misalnya di Jawa Barat bisa ada dua klaster, IPB bersama Unpad. Putra-putri terbaik kampus akan dilibatkan,” ujarnya.
Amran menambahkan, pemerintah telah menyiapkan dukungan besar untuk program tersebut. Presiden menargetkan alokasi anggaran Rp9,9 triliun guna mendistribusikan bibit perkebunan ke petani di lahan seluas 800 ribu hektare. “Semua bibit akan diberikan langsung kepada petani agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB, Suryo Wiyono, menekankan pentingnya hilirisasi dalam pengembangan produk pertanian. Menurutnya, jika pertanian hanya berhenti di sektor hulu, nilai tambah yang diperoleh petani akan sangat terbatas. “Karena itu diperlukan integrasi hulu-hilir, termasuk pengembangan kawasan sebagai basis produksi dan distribusi,” ujarnya. (mhn/bbs)