Categories: Berita Nasional

Menteri LH: Program Makan Bergizi Gratis Harus Sejalan dengan Pengelolaan Sampah

Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak mengabaikan aspek pengelolaan sampah.

“Ada dua hal pokok yang harus kita tangani, yakni sampah padat dan limbah domestik. Potensi sampah dari layanan ribuan orang per hari bisa sangat besar, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan benar agar tidak menjadi beban lingkungan,” ujar Hanif dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/9).

Saat meninjau SPPG Polda Bali di Denpasar, Hanif menekankan pentingnya sinergi antara pemenuhan gizi dan perlindungan lingkungan. SPPG Polda Bali saat ini menyediakan 3.577 porsi makanan setiap hari bagi sembilan kelompok penerima manfaat, mulai dari posyandu hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

Related Post

Program yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari tersebut telah menerapkan praktik ramah lingkungan, di antaranya penggunaan wadah makanan guna ulang, pembatasan plastik sekali pakai, serta pengurangan menu yang berpotensi menghasilkan sampah organik. Menurut Hanif, praktik ini patut menjadi standar bagi seluruh SPPG.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas lingkungan Bali sebagai etalase Indonesia di mata dunia. “Konversi lahan wajib disudahi. Bali harus kita jaga sebaik-baiknya. Program gizi seperti MBG ini akan semakin kuat bila berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan praktik ekonomi sirkular,” kata Hanif.

Hanif menambahkan, MBG tidak hanya meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga dapat menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan sampah, penguatan ekonomi lokal, serta pelestarian lingkungan. (mhn/bbs)