Aliansi BEM Sumsel. (Photo: ist).
Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Pimpinan MPR RI menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Selatan (Sumsel) yang menyampaikan aspirasi terkait revisi tunjangan anggota DPR RI serta percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset. Pertemuan digelar di Ruang Samiti, Plaza Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Koordinator BEM Sumsel, Adrian Dwi Putra, menjelaskan bahwa kedatangan mereka merupakan bagian dari upaya mahasiswa mengawal kebijakan nasional sekaligus menyuarakan tuntutan rakyat daerah.
“Poin utama yang kami sampaikan antara lain revisi tunjangan anggota DPR, percepatan RUU Perampasan Aset, serta evaluasi program Makan Bergizi Gratis,” ujar Adrian.
Menurutnya, pihak mahasiswa merasa cukup puas karena tuntutan mereka diterima dan ditandatangani langsung oleh pimpinan MPR RI. Namun, ia berharap aspirasi itu benar-benar ditindaklanjuti hingga ke level pusat.
“Kami ingin aspirasi mahasiswa dari berbagai daerah bisa didengar secara penuh melalui forum audiensi maupun rapat dengar pendapat lanjutan,” tambahnya.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan lembaganya berkewajiban menindaklanjuti setiap masukan. “Tugas kami adalah menerima, lalu membahas dalam rapat pimpinan. Semua aspirasi tidak boleh dilepaskan begitu saja, melainkan dijadikan bahan introspeksi,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Akbar Supratman, yang mengapresiasi sikap kritis mahasiswa. “Kami menyambut baik dukungan yang diberikan. Aspirasi ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga bangsa tetap utuh dan kokoh,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota MPR RI, Kawendra Lukistian, menekankan pentingnya memahami mekanisme kerja DPR. Ia menjelaskan, setiap isu akan ditangani sesuai komisi terkait. “Contohnya, soal tenaga guru dan honorer ditangani Komisi X, sementara isu buruh masuk ke Komisi IX. Semua pembahasan ini terbuka dan bisa dipantau melalui TV Parlemen,” terangnya.
Pertemuan ini mempertegas komitmen MPR RI untuk menjaga transparansi sekaligus mendorong mahasiswa terus berperan sebagai mitra kritis dalam pembangunan bangsa. (mhn/bbs)