Categories: Berita Nasional

Pemerintah dan Pemprov Lampung Kompak Dukung Pembangunan Ekosistem Hidrogen Hijau

Bandarlampung, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem hidrogen hijau Pertamina melalui pembangunan Pilot Plant Green Hydrogen pertama di dunia yang memanfaatkan teknologi anion exchange membrane electrolyzer berbasis energi panas bumi.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong investasi energi hijau. “Kami percaya sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, dan mitra internasional adalah kunci keberhasilan transformasi energi nasional. Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berdaulat, maju, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Bandarlampung, Rabu (10/9).

Todotua mengapresiasi langkah pionir Pertamina dalam menjadikan hidrogen sebagai salah satu pilar transisi energi menuju masa depan yang lebih bersih. Menurutnya, potensi hidrogen di Indonesia sangat besar untuk menjadi energi hijau berdaya saing global, yang dapat mendorong peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi baru terbarukan dunia.

Related Post

Senada dengan itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan juga laboratorium pengembangan hidrogen di Indonesia. “Pengalaman dari proyek ini akan menjadi best practice dan referensi untuk direplikasi di wilayah lain. Pemanfaatan panas bumi untuk memproduksi green hydrogen adalah langkah inovatif yang selaras dengan prioritas ketahanan energi nasional. Green hydrogen diyakini akan menjadi game changer dalam transisi energi global,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan pilot plant ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon, memperkuat ekosistem energi baru terbarukan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Kami akan mendorong dunia pendidikan dan pelatihan agar generasi muda Lampung dapat mengambil peran dalam transformasi energi ini. Sinergi erat antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat akan melahirkan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina menegaskan komitmennya mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mengembangkan program yang berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut dijalankan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan. (mhn/bbs)