Jambi, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk menekan inflasi yang kerap berulang di Kabupaten Bungo dan Kerinci.
“Aspek inflasi di Bungo dan Kerinci terutama dipengaruhi harga beras, bawang merah, dan cabai merah,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jambi, Johansyah, di Jambi, Rabu (3/9/2025).
Dalam waktu dekat, Pemprov Jambi akan memanggil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari kabupaten penyumbang inflasi tersebut. Menurut Johansyah, beberapa langkah segera dilakukan, antara lain menggelar pasar murah, menjaga pasokan di pasar-pasar daerah, serta memastikan ketersediaan bahan pangan utama tetap aman.
“Apabila langkah itu belum cukup menahan laju inflasi, pemerintah akan menyalurkan dana subsidi di daerah penyumbang inflasi, agar harga komoditas bisa terkendali,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya memenuhi kebutuhan pangan di daerah penghasil terlebih dahulu untuk mencegah inflasi justru terjadi di wilayah produsen. “Jangan sampai daerah penghasil beras dan cabai justru tinggi inflasinya. Saat panen besar, penuhi dulu pasar dan kebutuhan masyarakat di Kerinci dan Bungo,” tegas Johansyah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, inflasi year on year (y-on-y) Agustus 2025 tercatat 2,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,92. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kerinci sebesar 4,56 persen (IHK 112,33), sedangkan terendah di Kota Jambi sebesar 2,13 persen (IHK 107,80). (mhn/bbs)







Komentar