Categories: Berita Nasional

RI Siapkan Pabrik Hilirisasi Gambir di Sumbar untuk Stabilkan Harga

Padang, Berita Rakyat Sumatera – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menilai rendahnya harga jual gambir asal Sumatera Barat di pasar internasional disebabkan belum adanya industri pengolahan di daerah tersebut.

“Kenapa harga gambir kita masih rendah? Karena belum ada industri di sini, sehingga harganya berfluktuasi,” kata Andi Amran saat memberikan kuliah umum di Universitas Andalas (Unand), Padang, Selasa (16/9).

Menjawab pertanyaan mahasiswa tentang fluktuasi harga gambir, Mentan menegaskan Indonesia sebagai pemasok gambir terbesar dunia, di mana 80–90 persen di antaranya berasal dari Sumbar. Namun, petani belum menikmati keuntungan optimal karena ketergantungan pada pasar global.

Related Post

Sebagai solusi, Kementerian Pertanian menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan lanjutan gambir di Sumbar untuk memperkuat hilirisasi. Amran bahkan telah meminta Gubernur Sumbar dan Bupati Limapuluh Kota menjajaki kerja sama dengan pabrik terbaik di China.

“Pemerintah pusat siap membangun industri gambir di Sumatera Barat. Sekarang tinggal komitmen kepala daerah, mau atau tidak,” tegasnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyambut langkah tersebut. Menurutnya, hilirisasi akan mengurangi ketergantungan pada pasar internasional sekaligus memperluas pemanfaatan gambir di dalam negeri.

“Industri dalam negeri sangat banyak, apalagi Unand sudah berhasil mengembangkan hilirisasi gambir. Ini modal penting untuk memperkuat daya saing sekaligus menyejahterakan petani,” ujar Mahyeldi. (mhn/bbs)