Menurut Sandi, saat ini dengan berkembangnya game mobile tidak hanya dari sisi para pemain yang bertumbuh tapi juga dari segi industri ekonomi kreatif dan juga pariwisata.
Hal itu dapat dilihat dari survei yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang mencatat bertumbuhnya jumlah game mobile yang dikembangkan anak bangsa dari 2017 ke 2019. Terjadi peningkatan dari 2017 sebanyak game, menjadi 332 game di tahun 2019.
Hal itu menunjukkan industri esports berkembang dengan baik dari segi ekonomi kreatif.
Kehadiran turnamen esport di beberapa negara besar rupanya sudah menjadi bagian dari daya tarik wisata.
Oleh karena itu Kementerian Parekraf sangat mendukung semakin banyaknya turnamen dari olahraga game itu.
“Kami sangat mendukung berbagai penyelengaraan kompetisi esports, kami juga menginisiasi kompetisi esports terbesar di Indonesia, serta memberikan dukungan bagi para gamers tanah air. Melalui dukungan program Kemenprarekraf itu diharapkan baik pemain maupun developer game di Indonesia bersaing tidak hanya di dalam negeri namun juga di level internasional,” kata Sandi.
Sebelumnya, Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) dan Dyandra Promosindo meresmikan perhelatan turnamen esport untuk game “Mobile Legend” yang dikhususkan untuk atlet esport wanita.
Acara itu diselenggarakan selama dua hari mulai hari ini Selasa (27/4) hingga Rabu (28/4) dengan nama “Dignity of Srikandi:Kartini Edition” yang ditayangkan secara langsung dalam YouTube Dignity Project Esports. (jek/bbs)