Ilustrasi. (Photo: ist).
Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Selasa dini hari pukul 05.54.44 WIB Laut Jawa digoncang gempa tektonik dengan magnitudo 6,1. Namun, berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa ini tidak menimbulkan tsunami.
“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,77 LS dan 110,64 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 85 km arah utara Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah pada kedalaman 539 km,” ungkap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta (7/7).
Menurut Rahmat, gempa bumi tersebut termasuk jenis gempa dalam dan terjadi karena adanya deformasi atau penyesaran pada lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Jawa, dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya .
Lanjut Rahmat, gempa bumi itu memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault) dilihat dari hasil analisis mekanisme sumber
Selain itu, getaran gempa ini juga terasa di beberapa daerah antaranya Karangkates, Nganjuk, Yogyakarta, Purworejo, Kuta, dan Mataram pada skala III MMI, dirasakan nyata dalam rumah.
Untuk skala II-III MMI Getaran gempa juga dirasakan di Denpasar, Malang, Lumajang, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Pacitan, Surabaya, Wonogiri, dan Kebumen pada skala II-III MMI.
Pada Skala II MMI gempa juga dirasakan di daerah Banjarnegara, Pangandaran, Karangasem, Lombok Barat , Garut, Boyolali, Krui, Sekincau, Semaka, Pekalongan, Banyumas, wonosobo, Magelang, Purbalingga, dan Gianyar.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut dan dari dasil monitoring BMKG menunjukkan hingga pukul 06.50 WIB belum menunjukkan ada aktivitas gempa bumi susulan.
Rahmat juga mengimbau kepada warga untuk tetap tenang serta memeriksa bangunan tempat tinggal untuk mengetahui dampak gempa dan menghindar dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. (rma/bbs)