Satlantas Polrestabes Palembang. (Photo: Ist).
Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Selama dua pekan digelarnya Operasi Patuh Musi 2025, Satlantas Polrestabes Palembang berhasil menjaring 2.315 pelanggaran lalu lintas. Operasi yang berlangsung sejak 14 hingga 27 Juli ini menyasar berbagai jenis pelanggaran, mulai dari tak mengenakan helm hingga pengendara di bawah umur.
Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan Sukma Radipta, mengatakan mayoritas pelanggar adalah pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm berstandar SNI. Tak sedikit pula yang tertangkap kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) karena melanggar rambu, melawan arus, atau berkendara secara ugal-ugalan.
“Setiap hari rata-rata ada 180 pelanggaran yang kami tindak. Jumlah ini gabungan dari hasil razia dan pantauan ETLE statis di sejumlah titik,” ujar Finan saat konferensi pers, Selasa (29/7).
Selain tindakan tilang, polisi juga mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif kepada para pengendara, terutama pelajar dan pengendara muda.
Menariknya, Finan mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan selama masa operasi. Tahun lalu, tercatat 32 kasus kecelakaan dengan korban jiwa. Tahun ini turun menjadi 22 kasus.
“Kami berharap penurunan ini bukan hanya tren sementara, tapi menjadi langkah awal menuju budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik di Palembang,” tambahnya.
Polrestabes Palembang mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi aturan meskipun Operasi Patuh telah berakhir. Keselamatan di jalan, kata Finan, bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab setiap pengguna jalan. (mhn/bbs)