Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru. (Photo: hms).
Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumsel, H. Herman Deru bersama Ketua TP PKK Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru menerima pengurus Persatuan Wanita Palembang Sumatera Selatan (PWPSS) dalam rangka silaturahmi.
HD mengapresiasi PWPSS yang menjadi etalase Sumsel dalam mengangkat kebudayaan Sumsel ditengah krisis kecintaan budaya. Dan peran PWPSS mempromosikan keberagaman budaya yang ada di Sumsel.
“Sumsel memiliki berbagai macam budaya dari 17 kab kota. Keberagaman Budaya ini dikenal dengan batanghari 9 . Belum lagi suku-suku pendatang yang terdiri dari 51 suku maka ini perlu diinventarisir dlu,” ungkapnha.
HD katakan suku pendatang yang menetap di Sumsel tentu akan membawa nama Palembang dan Sumsel, maka tentu mereka juga menjadi bagian Sumsel. HD mengajak PWPSS untuk menganggap hal ini sebagai aset. Terutama Seni budaya, mulai dari tulisan, tari, dul muluk, yang perlu diinventarisir.
“Teruskan ini pemerintah akan mendampingi dan mendorong hal ini. Ibu-Ibu juga bisa turut mendukung pemerintah dalam menerapkan Perda tentang songket, agar kearifan lokal tetap terjaga. Jika ada keluarga atau masyarakat Sumsel dimanapun berada tolong ingatkan untuk menggunakan atribut Sumsel,” ujarnya.
Disamping itu, HD meminta agar PWPSS menjadi organisasi yang produktif dan aktif dalam kegiatan sosial. Salah satunya yaitu adakan kerjasama dengan kantor penghubung didaerah setempat agar dapat terdata masyarakat Sumsel yang ada di perantauan yang mungkin kehidupannya dibawah garis kesejahteraan sehingga perlu dibantu.
Sementara itu, hadir Ketua Umum PWPSS, Wiwiet Tatung, memperkenalkan organisasi dan pengurus PWPSS. Diungkapkannya jika PWSS akan membuka cabang di Provinsi-Provinsi lainnya di Indonesia dimana para anggotanya adalah masyarakat yang berasal dari Sumsel yang ada diperantauan.
Turut hadir Kadis PPPA Sumsel, Henny Yulianti, S.IP., MM., Kepala Badan Kesbangpol Sumsel, Kurniawan, AP, M.Si., Karo Umum, Sandi Fahlevi SE MSi. (jek/ril)