Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (SMP) merupakan program yang diinisiasi oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dengan tujuan untuk menekan angka kemiskinan di Sumatera Selatan serta merubah mindset masyarakat sebagai konsumen menjadi produsen, khususnya pada keperluan pangan sehari – hari. Hal tersebut dijelaskan HD pada sambutannya.
“Kegiatan mengajak para insan pers ini bertujuan untuk memiliki gerakan khusus dalam mensosialisasikan serta memberikan literasi kepada masyarakat tentang program SMP yang merupakan salah satu cara kita dalam mempercepat kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan di Sumsel” ungkap HD.
HD juga meminta kepada para insan pers untuk dapat menggaungkan program tersebut kepada masyarakat. Agar mereka dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan pribadi yang akan menghemat pengeluaran sehari – hari.
“Kita ajak masyarakat kita berikan contoh. Saya harap BUMN, BUMD dan Pemerintah Daerah untuk dapat menggagas sebuah terobosan untuk mendorong percepatan pelaksanaan program SMP disetiap daerah yang dapat diikuti oleh masyarakat”, ucap HD.
HD juga tegaskan program SMP tidak hanya menyangkut permasalahan pangan saja melainkan juga untuk merubah mindset masyarakat agar menjadi produktif untuk menghasilkan kebutuhan sehari – hari, seperti cabai, sayur – sayuran, bawang dan lain – lain.
“Program ini tidak hanya menyangkut permasalahan pangan saja, secara esensinya ini merupakan gerakan dalam merubah mindset masyarakat untuk berkehidupan mandiri dengan memanfaatkan lingkungan dan SDA yang dimiliki”, tegas HD.
Sementara itu Karo Humas dan Protokol, Rika Efianti, SE, MM menyampaikan bahwa kegiatan silahturahmi yang diselenggarakan dalam rangka mensosialisasikan program Sumsel Mandiri Pangan serta mempererat hubungan baik antara Pemprov Sumsel dengan awak media.
“Dengan terjalinnya hubungan baik tersebut maka akan membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Sumatera Selatan”, tambahnya.
Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel, Para Pimpinan Redaksi Media Cetak, Media Elektronik dan Online, Para Ketua dan Anggota Organisasi Profesi. (rma/ril)