oleh

HD Terima Entry Meeting BPK RI

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumsel H Herman Deru mendukung pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait upaya pengelolaan vaksinasi serta pemeriksaan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kerjasama dunia usaha dan dunia industri dalam rangka mewujudkan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing yang akan dilakukan tim BPK RI Perwakilan Sumsel tersebut.

Dijelaskan HD, saat ini target vaksinasi covid-19 di Sumsel baru mencapai 14 persen. Hal itu terjadi akibat alokasi vaksin untuk Sumsel yang diberikan pemerintah pusat sangat terbatas.

“Sebab itu, kita terus berupaya meminta tambahan alokasi vaksin untuk Sumsel ini. Target program vaksinasi ini sampai akhir 2021 nanti. Jika alokasi vaksin ini kita hanya 360 ribu dosis maka target selesainya bisa mencapai 2 tahun,” tuturnya.

Menurutnya, semua daerah harus menjadi prioritas dalam alokasi vaksin tersebut.

“Kita membutuhkan 1,5 juta dosis agar program vaksinasi ini bisa selesai awal tahun 2022. Kita mampu memberikan suntikan vaksin ini untuk 77 ribu perhari,” paparnya.

Dia juga menjelaskan, saat ini Pemprov Sumsel juga fokus untuk memberikan bantuan oksigen baik untuk masyarakat, rumah sakit di Sumsel maupun provinsi yang membutuhkan bantuan.

“Namun untuk menampung liquid oksigen dibutuhkan ISO Tank, sementara di Sumsel ini hanya ada beberapa rumah sakit yang memilikinya. Sisanya hanya mengandalkan oksigen siap pakai dengan menggunakan tabung,” tuturnya.

Sedangkan soal pendidikan vokasi, dia juga sangat mendukung. Hal itu agar daya saing masyarakat khususnya dalam bidang iduatri semakin meningkat.

“Bila perlu di Sumsel harus ada satu sekolah vokasi di setiap kabupaten,” imbuhnya.

Turut hadir Kepala Sub Auditorat Sumsel I Ali Thoyibi, Kepala Sub Auditorat Sumsel II Roes Nelly, Plh. Sekda Provinsi Sumsel Akhmad Najib, Kepala Inspektorat Sumsel Bambang Wirawan, Kadiknas Riza Pahlevi. (mhn/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *