Gubernur Sumsel, Herman Deru. (Photo: hms).
Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menjadi narasumber dengan tema “Peran dan Bijak Strategi Pemprov Sumsel dalam pelaksanaan PSBB menghadapi pandemi covid-19 di Sumsel” pada acara Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) peserta didik Sespimti Polri Dikreg Ke-29 TA 2020 secara virtual/online.
HD ungkapkan begitu merebaknya pandemi covid-19 di Indonesia, maka Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah langsung mengambil langkah pencegahan. Hal tersebut juga disambut respon yang variatif dari masyarakat yang ada di antar daerah.
Dalam masa itu, Gubernur Sumsel HD juga segera menetapkan status siaga di Sumsel dan diiringi dengan membentuk gugus tugas sesuai aturan yang diberlakukan.
“Dalam hal penanganan, saya juga segera mengumpulkan bupati/walikota dari 17 kab/ kota untuk menyamakan persepsi dalam hal penanganan covid-19,” jelas HD.
Oleh sebab itu, dari hasil diskusi tersebut, yang juga melibatkan Forkopimda upaya penanganan dibuat dengan menerapkan tracking, tracing, treatment.
Sementara itu, dalam pencegahan terhadap dampak lainnya, HD juga membentuk tim epidemiologi sosial, ekonomi, dan kesehatan yang terdiri dari berbagai ahli pada bidangnya sebagai referensi dalam menentukan kebijakan
“Kesehatan tetap utama tapi ekonomi tidak boleh ditinggalkan. Maka saat ini telah diberlakukan Pergub No 37 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman. Kita tetap tetap menjalankan kehidupan dengan mengubah gaya hidup, peroroangan atau kelompok agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya. (ojn/rel)