Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Dapil Sumsel II kota Palembang menggelar reses tahap II di halaman kantor Dinas Perdagangan (Diperindag) Sumsel di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Rabu (13/7). (Photo: ist).
Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Dapil Sumsel II kota Palembang menggelar reses tahap II di halaman kantor Dinas Perdagangan (Diperindag) Sumsel di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Rabu (13/7).
Rombongan reses terdiri dari DR H Budiarto Marsul SE MSi (Gerindra) selaku coordinator , Tamtama Tanjung (Demokrat), Ir H Zulflkri Kadir (PDIP), M Yansuri SIP (Golkar), Anwar Al Syadat SSi MSi (PKS), H Nopianto SSos MM (Nasdem) dan Antoni Yuzar (PKB).
Hadir Kepala Dinas Perdagangan (Diperindag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ahmad Rizali dan pelaku UMKM di kota Palembang.
Koordinator reses H Budiarto Marsul mengatakan , reses kali ini mereka menjaring aspirasi semua UMKM .
“ Kita lihat perkembangan usaha ini setelah pandemi Covid-19 mulai melandai, kita ingin melihat apa-apa yang menjadi kebutuhannya, keperluan terhadap pemerintah , akan kita sampaikan kepada pihak pemerintah,” katanya.
Hal senada dikemukakan Ketua Komisi III DPRD Sumsel M Yansuri mengatakan, pihaknya ingin menjadi mediator sebagai penyambung antara pihak UMKM kepada pemerintah.
“Kita panggil, kita undang Bank Sumselbabel, Jamkrida, BPR dan instansi terkait yang ada kaitan program UMKM , kita pertemukan langsung ,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan (Diperindag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ahmad Rizali mengatakan, yang terungkap dalam reses kali ini soal permodalan UMKM.
“ Kita akan undang lembaga lembaga keuangan Pemprov di fasilitasi kita dan Komisi III DPRD Sumsel dan UMKM , bagaimana cara peminjaman uang ,”katanya.
Selain itu mengenai promosi masing-masing UMKM ini dimana mereka menurutnya membutuhkan tempat.
“ Selama ini sudah bagus ada di ritel-ritel mungkin biayanya kecil sehingga mereka (UMKM) dapat di ujung, kita usahakan mereka dapat ditengah,” katanya.
Menurutnya UMKM yang aktip di Dinas Perdagangan Sumsel hingga kini ada sekitar 80 ribu UMKM.
“ Yang kita undang hari ini, mereka yang sering ketemu dan mereka juga komunitas-komunitas , dimana produk UMKM Sumsel adalah kuliner dan konveksi,” katanya.
Dia berharap UMKM di Sumsel kedepan harus lebih kompetitip namanya berdagang dimana kompetitip tetap nomor satu.
Sedangkan salah satu pelaku UMKM Novi meminta bantuan yang ril dari DPRD Sumsel yang pasti dan bukan janji –janji.
“ UMKM butuh modal, butuh bantuan yang nyata seperti kalau misalnya ada acara atau ada tenan kita jangan taruh di belakang tapi taruh di depan,” kata wanita yang berusaha bidang kuliner ini. (mhn/bbs)