Categories: Berita Sumsel

Komisi V DPRD Sumsel siap tagih janji pencairan bonus PON

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs H Syaiful Padli ST MM bakal menagih janji Plt Kadispora Sumsel H Rudi Irawan SSos MSi terkait masih tertundanya pencairan bonus atlet Sumatera Selatan (Sumsel) peraih medali pada PON XX dan Pekan Paralympic Games Nasional (Peparnas) XVI 2021 Papua yang seyogiyanya dilaksanakan di Bina Praja Pemprov Sumsel atau Griya Agung, Jumat (22/4/2022).

“Saya sebagai Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel akan menagih janji Plt Kadispora untuk mencairkan bonus atlet PON Sumsel. Kalau hari ini beliau ngomong belum cair karena ada persoalan teknis, artinya duit itu sudah ready. Tinggal masalah waktu saja,” ungkap Mgs H Syaiful Padli ST MM.

Syaiful yang juga menjabat Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel menjelaskan dari hasil rapat Komisi V dengan Dispora, Selasa (19/4/2022) yang lalu, dirinya sudah menanyakan langsung dengan Rudi selaku Plt Kadispora Sumsel.

Related Post

“Saya sampaikan ada aspirasi para atlet terkait bonus PON. Saya minta kejelasannya, jangan sampai atlet ini ke depan berpaling gara-gara bonus ini,” kata pria yang akrab disapa MSP.

Menurut Syaiful Padli yang juga menjabat Ketua Bidang Humas DPW PKS Sumsel, saat itu Plt Kadispora memastikan 1-2 hari dari rapat waktu itu akan dilakukan pencairan. Mestinya tanggal 21 April 2022 ini sudah dicairkan ke rekening para pencairan atlet berprestasi. Tinggal lagi kapan akan dilakukan seremoni penyerahannya.

“Saya pastikan kalau beliau (Kadispora) ngomong Selasa, dan ternyata nanti belum cair, saya akan kontak lagi beliau untuk menanyakan dan mengawal pencairan dana bonus ini,” ujar Syaiful.

Terkait keluhan atlet yang dihantui dengan informasi bonus ini nanti bakal dikenakan potongan pph 20 persen hingga 30 persen, Syaiful Padli juga berharap pemerintah tidak begitu membebani atlet.

“Saya ngomong agar diberikan bonus itu sesuai amanah dari gubernur. Misalnya emas itu Rp 300 juta itu kan sudah disampaikan pas rapat. Jadi kalau ada potongan diharapkan tidak memberatkan atlet. Jangan sampai mereka terdzolimi dengan terlalu besar,” kata Syaiful.

Soal pajak menurut Syaiful yang dimaksudkan mungkin pajak penghasilan karena itu masuk pendapatan sehingga bisa jadi. “Tapi jangan terlalu besar,” pungkasnya.

Salah seorang atlet Sumsel peraih medali PON XX Papua 2021 menjelaskan jangan lantaran berhalangnya Gubernur sehingga ditundanya pencairan bonus PON ke rekening atlet.

“Atlet bukan nak nunggu simbolisnya dengan gubernur. Yang terpenting itu bonus dibayar ke rekening masing-masing atlet. Itu yang lebih ditunggu,” ujar sang atlet. (mhn/bbs/ril)