Categories: Berita Sumsel

MY: Sumsel Provinsi Pertama di Indonesia, Libatkan Stakeholder Dalam Pemotongan Kurban

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya katakan bahwa Ritual Kurban memiliki dua makna yaitu makna ibadah dengan pendekatan diri kepada Allah SWT melalui media hewan yang akan disembelih atau dikurbankan dan makna sosial melalui pemberian daging kurban kepada sesama umat muslim, khususnya kaum Du’afa.

Hal tersebut diutarakan pada saat acara Pelepasan Petugas Tim Pemantauan dan Pemeriksaan Hewan Qurban 1442 H Tahun 2021.

“Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban selalu identik ritual pemotongan hewan juga tidak terlepas dari aspek kesejahteraan hewan” ujar MY.

MY utarakan Provinsi Sumsel pertama di Indonesia melakukan ritual pemotongan kurban hewan melibatkan semua stakeholder seperti Organisasi profesi Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Dan Paramedik Veteriner Indonesia (PARAVETINDO).

Lanjut MY, Pemotongan hewan kurban di Indonesia selama ini secara tradisional, serba darurat apa adanya, kurang memperhatikan aspek higienis – sanitasi, kesejahteraan hewan dan kesejahteraan lingkungan serta menghindari Covid-19.  Hingga saat hari Raya kurban muncul tempat – tempat penjagalan hewan darurat seperti halaman Masjid, halaman sekolah dan tempat terbuka lainnya” ucapnya.

Plt. Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ir. Ruzuan Effendi, MM katakan ke terlibat an stakeholder untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan hewan kurban terkait kesejahteraan yang higienis dan sanitasi  hewan dan lingkungan.

Turut hadir Ketua PDHI Sumsel Drh. Jafrizal, MM, Ketua MUI Sumsel, Prof KH Aflatun Muchtar, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Kab Kota se Sumsel. (rmt/ril)