oleh

Pemda Pesan 2.000 Rapid Test

PALEMBANG, BeritaRakyatSumatera – Desakan  masyarakat dan anggota DPRD Kota Prabumulih agar Walikota Prabumulih Ridho Yahya melakukan tes kesehatan, baik melalui Rapid Test maupun pemeriksaan Swab, belum mendapat jawaban pasti dari Walikota, namun Kepala Bagian Humas Kota Prabumulih mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) Prabumulih sedang memesan 2.000 rapid test.

“Tidak tahu apakah nanti Pak Walikota (Ridho Yahya) akan tes atau tidak. Tapi, Pemerintah Kota Prabumulih sudah memesan rapid test sebanyak 2.000 buah,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Prabumulih, Jerry, dikonfirmasi Berita Rakyat Sumatera, Senin malam (13/4/2020).

Kenapa bukan membeli Swab? ”Kita bukan Rumah Sakit (RS) rujukan. Jadi, tidak bisa membeli Swab, kabarnya yang diperbolehkan hanya rapid test,” katanya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Prabumulih, Mat Amin mengatakan, seharusnya Pemerintah Kota Prabumulih membeli Swab. “Kabarnya Swab test lebih akurat. Makanya kalau bisa kita beli Swab test. Seperti saya sampaikan pada rapat di DPRD Kota Prabumulih bersama Satgas, bila perlu kita alihkan anggaran Infrastruktur untuk penanganan Coronavirus Covid-19 di Kota Prabumulih, apalagi Prabumulih masuk zona merah,” kata Mat Amin.

Terkait Pemerintah Kota Prabumulih sedang memesan 2.000 rapid test, menurut Mat Amin, untuk tahap awal jumlah tersebut prioritas diperuntukkan bagi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan), serta keluarga atau orang-orang yang berinteraksi dengan pasien positif Coronavirus Covid-19.

“Kita harap segera direalisasikan rapid test atau Swab test itu. Untuk orang yang PDP atau ODP, bila perlu diperiksakan ke RS rujukan ke Palembang, termasuk Walikota dan pejabat-pejabat Pemkot Prabumulih kita sarankan segera periksakan kesehatan, karena untuk kesehatan mereka sendiri dan kenyamanan bagi rakyat Prabumulih bila sudah mendapatkan kepastian,” kata Mat Amin menegaskan.

Sementara itu, Andi (34), warga Prabujaya, Kota Prabumulih, menyayangkan Walikota Prabumulih Ridho Yahya tidak melakukan tes kesehatan, baik rapid test maupun pemeriksaan swab. “Bagaimana kami rakyat mau melakukan tes, kalau pemimpin saja belum melakukan tes. Padahal, Kota Prabumulih sudah ditetapkan sebagai zona merah. Saat ini, mau keluar rumah pun berpikir berkali-kali betapa mengerikan Coronavirus Covid-19 belum ada obatnya,” kata Andi.

Menurutnya, sebaiknya seluruh pejabat Kota Prabumulih melakukan rapid test. “Sebab, penyakit ini bukanlah penyakit yang memalukan, juga bukan aib. Makanya harus dipastikan melalui rapid test, apakah terpapar atau tidak. Jangan sampai berhubungan dengan kami rakyat membawa virus? Itu kalau terpapar. Ya, kita doakan semua warga Prabumulih sehat dan bisa melalui musibah ini,” tutup Andi. (agus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *