Categories: Berita Sumsel

Sekda Hadiri Press conference Sero Survey dan Percepatan Vaksinasi Lansia

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Sekda Sumsel Ir SA Supriono menghadiri Press conference Sero Survey dan Percepatan Vaksinasi Lansia melalui Video Conference diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI dan Kementerian Kesehatan RI.

Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin katakan bahwa pemerintah telah melakukan survei serologi covid-19 di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mengestimasi penduduk Indonesia yang memiliki antibodi SARS-Cov-2.

Tujuannya yaitu estimasi proporsi orang di populasi yang mempunyai antibodi terhadap SARS-Cov-2, berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, pernah terdiagnosis covid-19, dan status vaksinasi. Selain itu untuk mempelajari distribusi kadar antibodi berdasarkan riwayat infeksi dan vaksinasi. Survey sendiri dilakukan di kab/kota terpilih.

Related Post

Sementara itu, Mendagri, Tito Karnavian katakan bahwa survey sendiri dilakukan atas kerjasama antara Kemendagri dan Kemenkes untuk mengetahui berapa banyak masyarakat Indonesia yang memiliki antibodi SARS-Cov-2. Menurutnya antibodi penting dalam menanggulangi covid-19.

Pentingnya survey serologi covid-19 di Indonesia, yaitu kekebalan di tingkat populasi dapat menjadi dasar rencana pengendalian pandemi berkelanjutan, Kekebalan di populasi bisa karena infeksi ilmiah, vaksinasi atau keduanya.

“Dengan mengetahui kekebalan di populasi berdasarkan umur, jenis kelamin, dan wilayah dapat menjadi basis kebijakan untuk program vaksinasi yang akan datang,” ujarnya.

Kesimpulan hasil survey yaitu mayoritas penduduk di Indonesia mempunyai antibodi SARS-Cov-2 baik dari riwayat pernah terdeteksi dan atau vaksinasi yaitu 85,5% – 87,6%. Proporsi penduduk yang mempunyai antibodi SARS-Cov-2 pada yang mengaku belum pernah terdeteksi dan belum vaksinasi sudah tinggi.

Kemudian Proporsi penduduk yang sudah divaksinasi 41,5% mempunyai kadar antibodi tiga kali lebih tinggi dibandingkan yang belum vaksinasi. Tingkat penularan covid-19 di Indonesia sudah merata di wilayah aglomerasi dan non aglomerasi Jawa-Bali, luar Jawa Bali, dan kelompok umur. (rma/ril)