Edward Chandra. (Photo: Ist).
Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong atau tidak produktif di sekitar rumah guna menanam bahan pangan dan beternak. Langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar.
Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Chandra, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan tersebut sejalan dengan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Menurutnya, lahan di sekitar rumah, kawasan permukiman, maupun desa yang selama ini terbengkalai sebaiknya diolah untuk menanam tanaman pangan, sayuran, hingga beternak ikan, ayam, kambing, maupun sapi.
Dengan menjadikan lahan kosong lebih produktif, sebagian kebutuhan pangan dan protein keluarga bisa dipenuhi sendiri. Selain itu, Pemprov Sumsel juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas lahan pertanian (ekstensifikasi) serta mengoptimalkan lahan yang ada (intensifikasi) guna meningkatkan produksi padi dan jagung. Saat ini, produksi gabah kering giling (GKG) dari sejumlah sentra di Sumsel tercatat mencapai sekitar tiga juta ton per tahun.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya, Profesor Benyamin Lakitan, menambahkan bahwa lahan pekarangan rumah juga dapat dioptimalkan melalui konsep urban farming. Ia mencontohkan pola 3 in 1, yakni pemanfaatan satu lahan untuk tiga kegiatan sekaligus seperti kolam ikan, tanaman sayuran, serta tanaman rambat atau buah-buahan.
Menurut Benyamin, terbatasnya lahan pertanian di Palembang akibat pesatnya pembangunan membuat urban farming menjadi solusi. Misalnya, sebagian kolam ikan bisa ditanami sayuran dengan teknologi rakit apung dari botol bekas, sementara di atasnya dipasang kerangka rambat untuk menumbuhkan oyong, anggur, atau melon.
Dengan optimalisasi lahan sempit tersebut, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menjual hasil panen ke tetangga atau pasar sebagai usaha sampingan keluarga. (mhn/bbs)