oleh

Sekda Sumsel Pimpin Rapat Pembahasan Rencana Updating Lahan

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Pj Sekda Sumsel SA Supriyono katakan perlu menyamakan persepsi dalam pendataan yang akurat terkait pemanfaatan lahan, dimana Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra produksi padi terbesar di Indonesia.

Data tercatat luas lahan baku di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan SP lahan tahun 2017 seluas 621.903, q28 Ha sedangkan berdasarkan ATR BPN 2019 seluas 470.602,4.

Hal tersebut diutarakan Supriono saat memimpin Rapat Pembahasan dan Diskusi Rencana Updating Luas Baku Lahan Sawah di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021.

“Terdapat selisih pengurangan luas lahan sawah sebesar 151.300.8 Ha. Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan data lahan baku sawah antara lain karena lahan sawah yang belum terpetakan luasannya lebih besar dari lahan yang mengalami alih fungsi lahan pada saat dilaksanakan pendataan serta faktor lainnya yang ada dilapangan” ujar Sekda.

Jelas Sekda, pada tahun 2020 dilakukan updating terhadap penambahan Luas Baku Sawah di Provinsi Sumatera Selatan seluas 69.213 Ha. Penambahan luas lahan baku sawah sangat penting khususnya buat Provinsi Sumatera Selatan.

“Harapan kita semua adalah satu data pertanian yang kita miliki kedepan datanya harus satu, transparan, tidak tumpang tindih dan akuntabel artinya dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya sehingga dapat mendukung pencapaian Program Strategis Nasional dilapangan” ucapnya.

Plt. Kadis Pertanian, TPH Sumsel, Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si utarakan adanya kebijakan pemerintah dalam penetapan luas lahan baku sawah oleh Kementerian ATR/BPN yang menyebabkan terjadinya penurunan luas lahan baku sawah Sumatera Selatan dari 621.903 hektar menjadi 470.602 hektar melalui penetapan SK Menteri ATR/BPN 2019 Nomor : 686/SK-PG.03.03/X11/2019 tanggal 17 Desember 2019 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional Tahun 2019.

Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel. (rma/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *