oleh

Serangan Hama WBC Sebabkan Petani di Kabupaten Banyuasin Gagal Panen

Banyuasin, Berita Rakyat Sumatera – Para Petani di Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan mengalami kegagalan panen akibat lahan sawah mereka diserang hama Wereng Batang Coklat (WBC).

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumatera Selatan Bambang Pramono, di Palembang, Minggu, mengatakan, serangan hama wareng terjadi di beberapa desa Kecamatan Banyuasin 1 beberapa pekan lalu, salah satunya terjadi di Desa Perajen.

“Akibat serangan hama tanaman padi rusak, lalu petani gagal panen,” kata dia.

Sedikitnya luasan sawah yang terserang WBC mencapai 10 Hektare (Ha), yang mana 7 Ha mengalami serangan ringan dan 3 Ha intensitas terserang sedang.

“Khususnya pada sawah varietas ketan,” ujarnya lagi.

Namun, menurutnya sebagai langkah menekan perkembangan populasi dan perluasan serangan WBC, BPT wilayah I Palembang telah membantu sarana pengendali berupa pestisida kimia, yakni Buprosida sebanyak 30 liter, Lugens sebanyak 10 liter dan Avidor 10 kilogram.

Dengan begitu petani imbau untuk waspata terhadap kedatangan lanjutan dari hama dengan mengintensifkan pengamatan bersama petufas POPT setempat.

“Setelah adanya upaya pengendalian, OPT WBC sudah mulai berkurang,” tandasnya.

Salah seorang petani Desa Perajen Mat Sani (56), mengatakan, padi tinggal menunggu 2-3 minggu menjelang masa panen, namun ribuan hama secara tiba-tiba menyerang badang padinya hingga menjadi layu.

“Serangga tersebut meninggalkan cairan yang membuat batang padi menjadi layu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kejadian serangan hama ini baru pertama kali terjadi di tahun ini sehingga sedikit kesulitan mengatasinya.

Dengan cara sederhana, petani melakukan penanggulanan seperti penyemprotan pestisida maupun obat-obatan tradisional untuk tanaman.

Kendati demikian hama tersebut masih terus berdatangan, hingga merusak hampir seluruh lahan sawah yang mereka garap.

“Pencegahan harus cepat dilakukan bila tidak semuanya rusak (lahan sawan) dan kami rugi besar,” kata dia. (rmt/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *