Ilustrasi Proyek dan Penanganan Pasien COVID-19. (photo:ist).
# Positif Covid Tambah Lagi, 3 Palembang dan 3 Lubuklinggau
# 32 Warga Terjaring Tanpa Masker, Dikarantina 1×24 Jam di Asrama Haji tanpa AC
PALEMBANG, BeritaRakyatSumatera – Kasus positif Coronavirus Covid-19 di Kota Palembang terus bertambah. Sebelumnya 8 orang terkonfirmasi positif, hasil Swab Test terbaru bertambah lagi 3 warga Palembang dinyatakan positif Covid-19. Palembang masih berstatus Zona Merah bahkan sempat diusulkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).
Dengan bertambahnya warga positif Covid, sejumlah tokoh dan aktivis mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk menunda 30 proyek fisik untuk dialihkan kepada penanangan wabah Coronavirus Covid-19. Terlebih untuk paket-paket proyek infrastruktur yang tidak urgent (tidak sangat penting dan tidak mendesak).
Aktivis yang juga Tokoh Pers Sumatera Selatan, Ocktaf Riadi, mengatakan bahwa penanganan wabah Coronavirus Covid-19 masih terus dilakukan secara berjibaku di seluruh daerah, termasuk di Kota Palembang. “Instruksi Presiden agar semua daerah memprioritaskan penanganan Covid-19. Bahkan, bila belum terlalu mendesak dan tidak urgent, alihkan anggaran proyek infrastruktur itu untuk penanangan Covid-19, apalagi Palembang sudah masuk Zona Merah dan sudah banyak yang terpapar,” kata Ketua Advokasi/Pembelaan Wartawan PWI Pusat itu.
Sebelumnya, Aktivis dan Tokoh Sumatera Selatan lainnya, Sihat Judin, juga mendesak Walikota Palembang Harnojoyo lebih serius menangani penyebaran Covid-19 di Kota Pempek. Sihat pun meminta agar program pemutusan mata rantai Covid-19 dilawan secara bersama-sama. “Kita harus prioritaskan penanangan Covid-19 ini secara serius dan tegas. Apapun yang dilakukan untuk menyetop mata rantai Covid-19 tentu
akan kita dukung. Kita minta Pemkot Palembang fokus dan tidak terlalu banyak seremoni. Bila kita lawan secara bersama-sama dan serius, InsyaAllah wabah Covid-19 di Palembang segera berakhir,” kata Sihat menegaskan.
Untuk diketahui, jumlah pasien Covid-19 di Kota Palembang kembali bertambah 3 orang positif. Selain Palembang, ada juga 3 orang dinyatakan positif Covid-19 dari Kota Lubuklinggau.
Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumsel, Yusri, mengatakan update jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru bertambah 6 orang. Oleh karena itu, Yusri tak henti-hentinya mengimbau warga untuk tetap disiplin menggunakan masker dan mengurangi aktivitas bepergian keluar rumah.
“Kalau tidak ada kepentingan mendesak tetap di rumah saja. Kalau pun harus keluar rumah gunakanlah masker. Apalagi sekarang Kota Palembang sudah mewajibkan memakai masker bagi setiap warga yang keluar rumah. Warga juga sering-sering mencuci tangan dan hindari kerumunan,” kata Yusri.
Adapun rincian penambahan 6 orang tersebut ialah berasal dari Palembang 3 orang laki-laki (transmisi lokal) dan Lubuklinggau 3 orang, semua perempuan (transmisi lokal). Dengan penambahan 6 pasien terkonfirmasi positif tersebut, total kasus terkonfirmasi positif di Sumsel menjadi 150 orang.
Sedangkan, untuk kasus terkonfirmasi sembuh, lanjut Yusri, mencapai 23 orang. Mereka ini terdiri dari 2 orang asal OKI, 16 asal Palembang, 2 orang asal OKU, 1 orang asal Pagaralam, 1 orang Prabumulih, dan 1 orang luar kota. Dengan kasus meninggal 4 orang. Untuk data ODP jumlah keseluruhan mencapai 3.930 orang, ODP selesai pemantauan 2.272 orang dan ODP masih dalam pantauan sebanyak 1.658 orang.
Untuk PDP jumlah keseluruhan se-Sumatera Selatan mencapai 199 orang, PDP selesai pengawasan 114 orang, PDP dalam proses pengawasan 85 orang dan penambahan PDP 5 orang.
Adapun sampel laboratorium yang diperiksa sebanyak 830 sampel, terdiri dari OTG sebanyak 541 orang, PDP 225 orang dan ODP 64 orang. Dimana sampel positif berjumlah 150 orang dan sampel negatif 167 orang dan sampel masih dalam pemeriksaan 513 orang.
Terkait makin bertambahnya pasien Covid-19 dan ODP di Palembang, terlebih Kota Palembang masih berstatus Zona Merah, dan bahkan sempat diusulkan untuk naik status ke PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kepada Menteri Kesehatan RI, melalui Gubernur Sumatera Selatan, sejumlah tokoh dan aktivis mendesak agar paket-paket proyek fisik/infrastruktur yang ditayangkan proses pendaftaran tendernya di website Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Palembang untuk ditunda selama masa wabah Covid-19.
Pantauan Berita Rakyat Sumatera, dalam pengumuman pendaftaran tender pada website LPSE Kota Palembang tersebut, sebelumnya terdata sekitar 30 proyek fisik dan nonfisik sedang ditenderkan untuk dikerjakan. Antara lain sedang dilelang paket peningkatan jalan Garuda I kompleks Griya Hero Abadi senilai Rp200 juta, pemeliharaan jalan Srijaya dan sekitarnya senilai Rp799 juta, pemeliharaan jalan Sirnaraga dan sekitarnya di Gandus senilai Rp499 juta.
Selain itu, pendaftaran lelang paket kontruksi pembangunan gedung SDN 03 Kecamatan Ilir Barat I Palembang senilai Rp1,2 miliar, dan pemeliharaan jalan manunggal Rp999,8 juta atau hampir satu miliar. Pendaftaran paket-paket itu berakhir pada tanggal 29 September 2020, ada juga yang berakhir pada tanggal 30 April 2020 yaitu pengawasan rehab gedung SDN 219 senilai Rp199,1 juta, dan paket pengawasan bertingkat SMPN 26, rehab gedung SMPN 1, dan rehab pagar SMPN 13 Palembang total Rp129,6 juta.
Diberitakan sebelumnya, Walikota Palembang Harnojoyo, melalui Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa, beberapa kali diusahakan dikonfirmasi oleh Berita Rakyat Sumatera, menyampaikan bahwa konfirmasi hal tersebut langsung kepada pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah). “Kalau itu coba langsung Kepala OPD-nya, terima kasih,” ujar Ratu Dewa kepada Berita Rakyat Sumatera.
Namun dalam beberapa kesempatan, terkait usulan PSBB untuk Kota Palembang, kata Ratu Dewa, berkas tersebut belum diajukan kepada Menteri Kesehatan melalui Gubernur Sumsel. Alasannya, karena sebaran Covid-19 di Kota Palembang belum merata, walaupun jumlahnya terbilang banyak. Masih ada dua kecamatan yang masih nol positif Covid-19.
Namun demikian, pada LPSE tercatat paket-paket proyek infrastruktur di Kota Palembang sepertinya tetap dilanjutkan tendernya. Padahal penyebaran Coronavirus Covid-19 masih mewabah. Buktinya, Palembang masih berstatus Zona Merah dan sempat diusulkan peningkatan status ke PSBB. Di lapangan, warga juga diperketat pengawasan terhadap masyarakat yang tidak mengikuti imbauan pemerintah. Bila tidak memakai masker atau masih berkumpul/berkerumun, akan diangkut ke Asrama Haji Palembang untuk ditindak dan diberi edukasi. Pemkot Palembang bahkan melibatkan kepolisian, TNI, dan aparatur lainnya untuk menyukseskan penertiban tersebut.
Terkait aturan warga tak bermasker diangkut ke Asrama Haji Palembang, sebanyak 32 warga terjaring razia dan diinapkan 1×24 jam di Asrama Haji. Mereka difasilitasi kamar, namun tanpa pendingin AC (Air Conditioner). Pada sanksi karantina di Asrama Haji itu, warga yang dianggap melanggar tersebut dihukum membaca poster, yang bertuliskan pencegahan penyebaran Covid-19 yang dipasang di halaman Asrama Haji.
Kadiknas Palembang, selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Palembang, Ahmad Zulinto, mengingatkan warga yang terjaring untuk lebih peduli dan ikut memutus mata rantai Penyebaran Covid-19 dengan mengikuti imbauan pemerintah. “Keluar rumah memakai masker, cuci tangan, hand sanitizer, dan lakukan Physical Distancing,” kata Zulinto dalam arahannya seperti dilansir sejumlah online.
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, sbeelumnya memastikan bahwa anggaran penyiapan proyek infrastruktur untuk pembangunan ibu kota baru yang dimasukkan dalam anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dialihkan untuk penanggulangan wabah Covid-19. Pengalihan anggaran proyek prestius itu semata-mata untuk menyelamatkan anak bangsa pada pemutusan mata rantai dan “perang” melawan Covid-19.
“Sudah resmi diputuskan dilakukan shifting. Pengalihan anggaran dasar proyek ibu kota baru itu semata-mata untuk keperluan yang sangat mendesak dalam menangani pandemi Covid-19,” kata Sri Mulyani.
Selain anggaran infrastruktur dasar proyek ibu kota baru yang dialihkan, lanjut Menteri Keuangan, Kementerian PUPR juga akan mengalihkan alokasi belanja modal untuk biaya penyiapan rumah sakit. Total anggaran belanja modal tersebut mencapai angka fantastis yaitu Rp120 triliun. “Sebagian sudah dialihkan. Salah satu proyeknya ialah rumah sakit khusus Covid-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Sesuai instruksi Presiden, penggunaan APBN 2020 diprioritaskan untuk penanganan wabah Coronavirus Covid-19,” kata Sri Mulyani. (asm/ras/bbs)