COVID-19 MEMBUNUH 328 ORANG Di KOTA SURABAYA

//Murnikah manusia yang mati itu karna si Covid-19 atau ada faktor penyakit lainya … baca tuntas ulasanya…..

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Covid-19 sudah merebak di Indonesia sejak maret 2020, namun hingga kini masih banyak yang bertanya tanya sebenarnya Covid-19 itu membunuh apa tidak ? Sering kali kita membaca berita dari berbagai media, Orang yang Positif Covid-19 ternyata bisa sembuh dengan sendirinya tanpa meminum obat khusus untuk membunuh Virus SARS-CoV-2 yang bersarang di tubuh nya.

Namun timbul juga keyakinan bahwa Virus ini sangat mematikan setelah menonton televisi atau pun membaca media yang menayangkankan atau pun menuliskan release juru bicara Covid-19 dengan menyebutkan jumlah angka orang yang Mati karna terinfeksi Covid-19 tanpa menyebutkan bahwa orang tersebut ada penyakit penyerta lainnya.

Related Post

Saat ini Terungkap sebuah Fakta dari Provinsi Jawa Timur tepat nya di kota Surabaya bahwa SARS-CoV-2 (nama virus Covid-19),  Sangat lah mematikan apabilah orang yang terinfeksi Covid-19 ada penyakit Penyerta atau Komorbid.

Namun  ternyata ada juga orang yang meninggal karna murni terinfeksi Virus Covid itu sendiri tanpa di sertai penyakit Penyerta lainya, Dari data saat ini ada 328 orang meninggal di kota Surabaya, berikut kita baca ulasan nya seberapa besar Presentase Covid-19 dapat membunuh manusia secara langsung tanpa disertai adanya penyakit penyerta.

Di terangkan oleh Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Febria Rachmanita di Surabaya Rabu, mengatakan Dinas Kesehatan Surabaya mencatat data kumulatif hingga 15 Juni 2020 jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 meninggal dunia sebanyak 328 orang.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 orang meninggal disertai dengan komorbid atau Penyakit Penyerta dan 28 orang murni COVID-19,” kata Febria menerangkan kepada awak media.

Febria juga menerangkan untuk penyakit penyerta yang tertinggi meninggal dunia adalah diabetes mellitus (DM), hipertensi, komplikasi DM dan hipertensi serta penyakit jantung. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya menyarankan agar mereka harus berhati-hati, DM-nya atau penyakit kencing manios harus terkontrol, hipertensinya harus juga terkontrol.

Hal Senada juga di katakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr Soewandhie Surabaya dr Mulyadi, SpPD mengatakan pasien yang terinfeksi Covid-19 di Surabaya sebagian besar meninggal disertai dengan komorbid atau penyakit dalam.

Komorbid yang tertinggi didominasi penyakit T2DM-Type 2 diabetes mellitus yang Bahasa keseharianya Kencing Manis, dan juga karna penyakit penyerta hipertensi dan jantung.

“Jadi orang yang terinfeksi COVID-19 banyak meninggal karena pneumonia ARDS- acute respiratory distress syndrome,- dan peningkatan jumlah pneumonia itu berbarengan dengan jumlah komorbid diabetes.” Kata dr Mulyadi. SpPD menerangkan. (mhn/bbs).