Categories: Berita SumselHeadline

Gawat, Palembang Tak Miliki Tempat Karantina Khusus

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Pasien Coronavirus Covid-19 terbanyak di Sumatera Selatan disumbangkan oleh Kota Palembang. Bahkan, ibukota provinsi ini sudah berstatus Zona Merah dan sedang proses pengusulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Pemerintah Pusat. Namun gawatnya, hingga kini Kota Palembang belum memiliki tempat karantina khusus, seperti yang sudah disiapkan oleh beberapa kabupaten/kota lain di Sumsel.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, mengatakan pihaknya sudah memberitahu kepada Wali Kota Palembang, Harnojoyo, dalam bentuk rekomendasi agar dibuatkan tempat Karantina Khusus. Namun hingga sekarang bahkan Kota Palembang sudah mengusulkan kenaikan status menjadi PSBB ke Menteri Kesehatan, lantaran terbanyak Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG), namun karantina masih mengandalkan milik Pemprov Sumsel.

Berdasarkan Infografis yang dirilis Tim Gugus Tugas yang meng-update situasi Provinsi Sumatera Selatan pada hari Minggu, 26 April 2020, dipaparkan data Covid-19 dari Kota Palembang merupakan pasien terbanyak yaitu 1.240 ODP, 71 PDP, dan 73 positif. Posisi kedua disusul Kota Prabumulih, dengan ODP 142 orang, 10 PDP, dan 12 positif.

Related Post

“Pasien terbanyak dari Kota Palembang, begitupula ODP, dan PDP. Tapi, sayang Kota Palembang belum ada tempat Karantina Khusus. Sebab, rumah atau tempat karantina khusus itu sangat penting. Sambil menunggu hasil Swab Test, kalau sudah dikarantina khusus, akan membuat keluarganya aman. Tapi kalau tidak dikarantina khusus khawatir akan menular kepada banyak orang, terutama keluarga dan tetangga yang sering berinteraksi,” kata Yusri.

Beberapa daerah yang sudah memiliki Karantina Khusus, antara lain Kabupaten Muba, Banyuasin, Baturaja, dan Lubuklinggau. Ketika ditanya Kota Prabumulih yang juga sudah Zona Merah, Yusri mengatakan belum mengetahuinya. “Prabumulih belum dapat informasi lengkap soal itu. Saya belum tahu. Kalau Kota Palembang memang belum ada. Kami sudah kirim surat rekomendasi ke Wali Kota, tapi belum ada jawaban. Untuk Karantina Khusus di Jakabaring itu milik Pemerintah Provinsi yang menampung pasien dari seluruh Kabupaten/Kota di Sumsel. Karena pasien PDP, ODP, dan OTG, di Palembang terbanyak, sebaiknyab ada tempat khusus,” kata Yusri.

Sementara itu, data terupdate hari ini, disampaikan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid Sumsel, Nur Purwoko, bahwa jumlah pasien sembuh sebanyak 8 orang, terdiri dari 7 orang dari Palembang dan 1 orang dari Pagaralam. Sebaliknya, data pasien positif Covid-19 bertambah 10 orang, yaitu 3 orang dari Palembang, 2 dari Lubuklinggau, 2 dari Ogan Ilir, 1 Jambi (impor), 1 dari OKU, dan 1 dari Musi Rawas.

Total seluruh Sumsel hari ini, PDP sebayak 164 orang, PDP selesai pengawasan sebanyak 94 orang, dan proses pengawasan 70 orang, serta ada penambahan PDP sebanyak 10 orang. Sampel yang diperiksa di laboratorium sebanyak 567 orang, diantaranya 334 orang OTG, 178 PDP, dan 55 ODP. Jumlah sampel positif sebanyak 129 orang, dan sampel negatif sebanyak  139 orang, serta dalam proses pemeriksaan sebanyak 309 orang.

“Saya update data hari ini sebanyak 10 orang penambahan Covid. Terhadap perkembangan kasus Covid di Sumatera Selatan, saya kembali mengimbau dan mengajak semua rekan media untuk senantiasa mensosialisasikan imbauan-imbauan pemerintah agar kita melawan Covid, semoga wabah ini segera berlalu,” kata Nur Purwoko. (asm/ras/rel)