Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru. (Photo: hms).
Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru ketika membuka seminar nasional dengan tema “Penguatan peran serta mitra kerja dan stake holder dalam implementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga melalui sosial pencegahan stunting” di Grand Atyasa Convention Centre Palembang, Kamis (2/12).
Menurutnya, Pemprov Sumsel sejak awal telah komitmen melakukan percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di Sumsel. Bahkan hal itu menjadi salah satu prioritas pembangunan yang tercantum dalam RPJMD Sumseltahun 2019-2023.
“Untuk menggapai prioritas tersebut memang tidak mudah, namun bukan berarti hal itu tidak bisa dicapai. Untuk itu sinergitas harus terus dibangun, semua stake holder harus bergerak,” kata Herman Deru.
Dalam menggapai target tersebut, peran fatayat Nahdlatul Ulama (NU) juga sangat dibutuhkan. Hal itu mengingat peran fatayat NU sangat strategis dalam memberikan pemahaman dan membangkitkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting.
“Permasalahan stunting memang patut menjadi perhatian kita untuk segera dituntaskan. Di Sumsel sendiri, berbagai upaya telah dilakukan. Salah satu contoh pengaktifan Posyandu misalnya. Kita terus melengkapi berbagai peralatan di dalamnya agar masalah stunting ini dapat lebih dini diatasi,” paparnya.
Turut hadir, Anggota Komisi IV DPR RI Hj Anggia Erma Rini, Anggota Komisi IX DPR RI Nur Nadlifah, PLT Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel Hj Desliana, Ketua PW Fatayat NU Sumsel Helmiyah, Ketua RMI NU KH M Syarif Assyawali, Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan, Ketua PW Anshor Ahmad Zarkasi, dan Wakil Ketua DPRD OKU Timur Rio Susanto. (rmt/ril)