Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Duta Literasi Sumsel, Percha Leanpuri,. (Photo: hms).
Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Duta Literasi Sumsel, Percha Leanpuri, B.Bus., M.B.A saat membuka festival literasi dengan tema “Multiliterasi Mengembangkan Kreativitas Meningkatkan Inovasi” sekaligus launching Aplikasi Diary Sumsel
HD berpesan agar para pemuda dapat berinovasi dengan literasi seiring perkembangan teknologi namun tidak meninggalkan kearifan lokal yang dimiliki Sumsel.
“Kami akan mendorong terus pojok baca yang telah diberikan sebagai pemantik. Karena literasi bukan hanya membaca dan menulis tetapi memahaminya. Maka dalam pemahaman literasi juga dibutuhkan peran orang tua, guru, kepala sekolah. Dan Duta Literasi juga diharapkan dapt mmebuat inovasi literasi yang bersegmen pada potensi SDM,” katanya
Sementara itu, Duta Literasi Sumsel, Percha Leanpuri, B.Bus., M.B.A, katakan hakikat berliterasi diringkas dalam 5 hal yaitu memahami, melibati, menggunakan, menganalisi, tranformasi teks yang dibaca merujuk kepada kompetensi dari kemampuan membaca.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan peresmian aplikasi perpusatakaan digital Sumsel yang diharapkan dapat memantik gerakan-gerakan literasi, selain itu juga diadakan workshop-wrokshop dengan mengajak talent generasi pemuda Sumsel yang sudah sukses untuk mengembangkan bakat dan literasi. (smn/rel)