Menurut dia dampak penambahan kasus yang signifikan membuat kasus aktif di Sumsel kini tercatat 1.421 orang atau naik dari rata-rata bulan sebelumnya yang hanya 1.000 orang per hari.
Total kasus di Sumsel paling banyak berasal dari Kota Palembang yakni 4.859 kasus atau 45 persen dari seluruh kasus di Sumsel, kemudian disusul Kota Lubuklinggau (1.116) kasus serta Kabupaten Muara Enim 981 kasus.
Kota Palembang dan Lubuklinggau didapati banyak kasus karena kedua wilayah itu paling padat dan sibuk di Sumsel, meningkatnya kegiatan masyarakat beberapa bulan terakhir mendorong kasus-kasus baru bermunculan lebih cepat.
Oleh karena itu Satgas Penanganan COVID-19 Sumsel mengingatkan masyarakat agar tetap mengontrol aktivitasnya dengan selalu menjalankan protokol kesehatan terutama menghindari kerumunan di manapun, termasuk dengan tidak mengundang banyak massa dalam menggelar pesta pernikahan.
Sementara jelang libur natal dan tahun baru kali ini satgas-satgas penanganan COVID-19 di berbagai daerah diminta kembali mengintervensi kegiatan masyarakat untuk menekan penambahan kasus baru, khususnya di Kota Palembang yang masih berstatus zona merah.
“Protokol kesehatan menjadi kunci penanganan COVID-19, maka itu harus terus dipantau,” tambahnya. (icn/bbs)