oleh

Lagi, Istri Oknum Pejabat Penting Diduga Covid-19?  

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Setelah Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri mengumumkan istrinya positif terpapar Coronavirus Covid-19 beberapa waktu lalu, kini kabar terbaru diduga ada istri dari salah seorang oknum pejabat penting di Kota Prabumulih yang juga disinyalir terkait Coronavirus Covid-19 di kota yang sudah ditetapkan sebagai zona merah tersebut.

Namun sayang, ketika dikonfirmasi Berita Rakyat Sumatera kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, yang juga tim Gugus Tugas Penanganan Penanggulangan Coronavirus Covid-19 Kota Prabumulih, dr. Happy Tedjo, tidak bersedia memberikan informasi yang jelas terkait kepastian tersebut ke publik, apakah OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan), atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan), atau ada penjelasan lainnya?

“Status orang tidak saya konfirmasi ke publik,” kata dr. Happy Tedjo kepada Berita Rakyat Sumatera dikonfimasi resmi via WhatsApp, Senin (20/4/2020).

Konfirmasi beberapa kali kepada Kadinkes tersebut, baik melalui WhatsApp (WA) maupun diihubungi via telepon seluler, sejak pukul 14.33 WIB hingga 15.15 WIB, jawaban dr. Tedjo hanya menegaskan bahwa dirinya tidak dapat mengkonfirmasikan status orang lain kepada publik. Balasan WA sebelumnya malah dijawab dengan pertanyaan balik kepada Berita Rakyat Sumatera. “Istilah terpapar tidak baku. OTG, ODP, atau PDP.” Demikian balasan WA dr. Tedjo, setelah beberapa kali tampak mengetik tapi lama ditunggu batal dikirimkan kemudian mengetik lagi, kejadian itu hingga berkali-kali.

Ketika ditanya lagi tentang kejelasan status istri dari salah seorang oknum pejabat penting tersebut (dalam pesan WA yang dikirim kepada dr. Tedjo, pertanyaan dan nama istri oknum salah seorang pejabat penting tersebut ditulis dengan sangat jelas, red), namun balasan dr. Tedjo malah menyebut nama lain, ibu Wakil Walikota. “Saya belum teliti karena banyak yang bertemu dengan Bu Wawako mau masuk OTG spy rapid padahal ada kriteria OTG,” kata dr. Tedjo.

Setelah dijelaskan kembali oleh Berita Rakyat Sumatera bukan dalam rangka mengkonfirmasi status istri Wawako, tetapi istri dari salah seorang oknum pejabat penting lainnya di Kota Prabumulih (dalam WA ditulis jelas, red), namun dr. Tedjo tidak memberi jawaban dengan jelas, tetapi akhirnya malah dibalas bahwa beliau tidak dapat mengkonfirmasi status orang apakah OTG, ODP, atau PDP? atau ada penjelasan lain? “Status orang tidak saya konfirmasi ke publik,” kata dr. Tedjo menegaskan.

Kemudian Berita Rakyat Sumatera bertanya lagi secara tertulis kepada dr. Tedjo via WA, yang intinya bahwa pada pemberitaan-pemberitaan sebelumnya bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak melarang pihak yang kompeten menyampaikan informasi terkait status orang apakah OTG, ODP, atau PDP, atau status lainnya kepada publik. Kemudian, dr. Tedjo pada berita-berita sebelumnya telah memberi tanggapan, misalnya terkait ada seorang wanita yang jatuh di dekat rel di Kota Prabumulih, beliau langsung memberi komentar bahwa yang bersangkutan tidak positif Covid-19. Begitu juga ketika istri Wawako diumumkan positif, Kadinkes dr. Tedjo juga diberitakan di berbagai media langsung memberi penjelasan. Nah, terkait konfirmasi terakhir ini, hingga berita ini diturunkan, dr. Tedjo belum memberi menjawab lagi.

Berita Rakyat Sumatera berusaha mengkonfirmasi pihak lain yang juga dianggap kompeten, yaitu mengkonfirmasi Kabag Humas dan Protokol Pemerintah Kota Prabumulih, Jerry Zahri Desta. Namun sayang, dikonfirmasi berkali-kali baik via WA maupun ditelpon melalui sambungan telepon seluler sejak pukul 14.29 WIB, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberi jawaban. Namun, ketika berita ini hampir diturunkan sekitar pukul 15.59 WIB, baru dibalas via WA oleh Kabag Humas Jerry Zahri Desta, yang bertanya balik. “Informasi dari mano pak??????,” balasan WA Jerry dengan enam tanda tanya. Namun, Jerry tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Berita Rakyat Sumatera sebelumnya.

Informasi awal yang masuk ke dapur redaksi Berita Rakyat Sumatera, ada pemberitahuan dari sumber yang tidak bersedia namanya diberitakan, bahwa ada istri dari oknum salah seorang pejabat penting di Pemerintah Kota Prabumulih diduga positif Covid-19. Oleh karena itu, BeritaRakyatSumatera berupaya menggali informasi berita penting ini.

Kenapa berita ini sangat penting bagi publik? “Sebab, selain Kota Prabumulih sudah ditetapkan zona merah, beberapa pasien juga dinyatakan positif Corona, belum lama ini, istri dari salah seorang oknum pejabat penting di Kota Prabumulih tersebut membagi-bagikan masker dan berinteraksi dengan warga. Kegiatan itu dilakukannya bersama istri Wawako, yang sudah dinyatakan positif terpapar Corona. Kan tampak di sosial media, mereka berinteraksi dengan masyarakat.  Bahkan, tampak di akun medsosnya, beribu-ribu orang mendoakan agar ibu Wawako lekas sembuh. Sayang, walau juga didoakan sehat wal’afiat, namun status istri dari salah seorang oknum pejabat penting di Kota Prabumulih yang bersama-sama ibu Wawko itu, belum didapatkan kejelasan statusnya. Mestinya Kadinkes Bapak Tedjo menyampaikan informasi yang lengkap dan jelas kepada masyarakat,” ujar tokoh masyarakat Kota Prabumulih, Firlandia Mochtar, panjang lebar.

Lebih lanjut Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Sumsel Periode 2018-2021 itu mengatakan, dengan tidak adanya kejelasan infomasi yang cepat dan tepat dari Pemerintah Kota Prabumulih, khususnya dari Kadinkes Kota Prabumulih, dirinya sependapat dengan apa yang dikatakan oleh anggota DPRD Kota Prabumulih, Mat Amin, tentang posisi dr. Tedjo selaku Kadinkes, apalagi sekarang tengah bersama-sama masyarakat melawan penyebaran virus Corona. “Beliau mungkin salah duduk,” ujar Firlandia menegaskan.

Diperjelas maksud “salah duduk” itu, lanjut Firlandia, seharusnya kalau menjadi Kepala Dinas Kesehatan, apalagi sebagai anggota Gugus Tugas Penanganan Penanggulangan Coronavirus Covid-19, dr. Tedjo harus terbuka kepada publik, apalagi sudah dikonfirmasi oleh media. “Kenapa tertutup, mestinya terbuka saja. Ini ‘kan pandemi dunio. Ini bukan aib, Lur. Dengan memberikan informasi yang benar dan cepat, maka kita akan mendapat informasi yang utuh. Makonyo.., saya katakan mungkin beliau “salah duduk” tuh?,” kata Firlandia Mochtar dengan nada bertanya-tanya.

Terpisah, Sekretaris Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Selatan, Junjati Patra, menyelesalkan tidak adanya informasi yang jelas dan cepat dari Pemerintah Kota Prabumulih, khususnya dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, dr. Happy Tedjo. “Pejabat publik harus bisa mengedukasi warganya. Informasi harus cepat, jelas, dan jangan abu-abu. Kita tahu, karena virus Corona ini bukanlah aib. Apolagi Kota Prabumulih sudah ditetapkan zona merah. Hendaknya, pemberitaan-pemberitaan di media jangan dijadikan stigma negatif. Pemberitaan ini malah membantu pemerintah, agar masyarakat di wilayah tersebut semakin berhati-hati,” kata praktisi media senior itu berapi-api.

Menurut Junjati, dengan keterbukaan informasi dari Kepala Dinas Kesehatan atau Pemerintah Kota Prabumulih, dapat berpengaruh kepada pemberitaan. “Ngapo nak ditutupi. Kalau seandainya dijawab denga jelas bahwa tidak ada atau tidak benar, atau OTG, ODP, PDP, atau informasi tersebut hanyalah sumir, kan beritanya akan lebih terang benderang. Kalau begini, publik malah menuntut ingin tahu dan bertanya-tanya, Ada Apa dengan Prabumulih (AADP)? Kenapa informasi begini saja ditutup-tutupi?,” ujar Junjati bertanya-tanya. (asm/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Maaf Kenapa mesti ditulis “istri oknum pejabat” memangnya korban atau keluarganya itu kriminal. rasanya lebih beretika kl ditulis “istri pejabat”.