Banjir di Sudan. (Photo: ist).
Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Lebih dari satu juta orang terdampak banjir di Sudan Selatan setelah hujan deras melanda negara tersebut, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Banjir itu telah membuat sekitar 271.000 orang mengungsi, memaksa mereka mencari perlindungan di daerah yang lebih tinggi di sebagian besar wilayah negara itu, menurut laporan situasi yang dirilis OCHA pada akhir pekan.
OCHA juga mencatat bahwa hujan lebat dan banjir telah membuat 15 jalur utama distribusi bantuan kemanusiaan tidak bisa dilewati, sehingga menyulitkan pengiriman bantuan ke daerah terdampak.
Sudan Selatan, negara termuda di dunia, sedang menghadapi salah satu banjir terburuk dalam beberapa dekade, yang menyebabkan kehancuran besar, pengungsian massal, serta kerusakan parah pada infrastruktur dan mata pencaharian masyarakat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan pada hari Senin bahwa 58 fasilitas kesehatan terendam di lima wilayah, sementara hampir 90 fasilitas lainnya tidak dapat diakses.
Sekitar 15 jalan utama, termasuk jalur menuju ibu kota Juba, tempat layanan kesehatan tersier berada, juga terputus.
WHO menambahkan bahwa banjir memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah kritis di Sudan Selatan, yang saat ini menampung hampir 800.000 pengungsi dan warga yang kembali melarikan diri dari konflik bersenjata di Sudan, negara tetangganya. (ojn/bbs)