Bupati Kutai Timur, Ismunandar. (Photo: ist).
Palembang, Kalimantan Terkini-Berita Rakyat Sumatera – Di tengah badai Pademi Covid-19 masih ada saja kepala daerah berani merampok uang rakyat, Memang indikasi korupsinya tidak langsung berhubungan dengan dana penangulangan bencana Covid-19, Tangkap Tangan nya terkait dengan Ijon Proyek Infrastruktur.
Tangkap tangan ini melibatkan Bupati Kutai Timur Ismunandari dan Wakil Ketua DPRD Kutai Timur Encek ur Firgasih,yang tak lain adalah Suami dan Istri yang terciduk oleh petugas KPK dalam sebuah hotel di jakarta.
Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan Ismunandar di tangkap atas dugaan penyuapan terkait pengadaan barang dan jasa ,kami akan sampaikan semuanya setelah keterangan dan barang bukti selesai. Ucapnya.
Sementara itu Mahendra salah satu aktifis pengiat anti korupsi yang merupakan sekretaris Aliansi Pemuda Peduli dana pajak rakyat sumatera selatan,mengaku salut atas kinerja lembaga KPK yang dipimpin oleh salah satu putra terbaik Sumsel Firli Bahuri.
Walaupun Saat ini Pademi Covid-19 masih melanda seluruh pelosok negeri Indonesia, lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi mampu menunjukan eksistensi Kerjanya, terbukti dengan berhasilnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini.
Namun mahendra juga berharap lembaga KPK terus giat mengejar dan mengungkap para pelaku koruptor lain nya, yang ia yakini masih banyak bergentayangan di beberapa daerah.
Dan tak menutup kemungkinan di Sumsel Sendiri masih ada Kepala daerah yang melakukan korupsi, terkait dengan dana Infrastruktur APBN maupun dana APBD. Ujar mahen Mantab.
Dan Berikut ini profil Ismunandar Bupati Kutai Timur yang tadi malam Terciduk KPK:
Ismunandar lahir di Samarinda, Kalimantan Timur, 7 Agustus 1960; umur 59 tahun.
Terpilih sebagai Bupati Kutai Timur pada thn 2015 dan menjabat untuk masa bakti periode 2016 hingga 2021, menggantikan bupati sebelumnya, Ardiansyah Sulaiman.
Ismunandar MT atau yang akrab disapa Ismu ini, adalah seorang yang cukup memiliki karier dan pengalaman birokrasi yang relatif cukup cemerlang.
Pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Kutai Timur tahun 2010 lalu, Pria asal kecamatan Sangkulirang ini, pernah juga menjabat sebagai Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Kutim,dan selain itu pernah bertugas di Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Bontan
Kini Pria yang mendapat Gelar kehormatan dari Ikatan Keluarga Minang Kabau dengan jajuluk/gelar Sultan Rajo Batuah bakal menikmati kehidupan nya dalam jeruji Besi/Penjara.(rma/bbs)