Pemulihan Ekonomi Melalui Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang diinisiasi Gubernur H Herman Deru

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi melalui program kemandirian pangan atau Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang diinisiasi oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Program GSMP mengajak kalangan rumah tangga untuk memanfaatkan lahan sempit dan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Gerakan ini mengajak masyarakat mengubah pola hidup yang konsumtif menjadi produktif.

GSMP yang telah dicanangkan sejak November 2021, ternyata memberikan dampak yang baik dalam pengendalian inflasi daerah dan penurunan angka kemiskinan di Sumsel.

Related Post

Sumsel bahkan masuk dalam 10 provinsi di Tanah Air yang mampu mengendalikan inflasi. Hal tersebut disampaikan oleh Menkeu RI, Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita, Senin, (26/9/2022) lalu. Dimana Sumsel menjadi salah satu daerah yang memiliki rata-rata kenaikan inflasi dari Mei ke Agustus hanya sebesar 0,26% atau inflasinya lebih rendah dari kenaikan inflasi nasional sebesar 1,14% saat itu. Data menunjukan Sumatera Selatan mampu menurunkan inflasinya sebesar 1% sehingga menjadi 5,44%.

Sama membaiknya, berdasarkan data yang di rilis BPS Sumsel, Pada kurun satu tahun terakhir Maret 2021-Maret 2022 angka kemiskinan Sumatera Selatan turun sebesar 0,94 persen poin dari 12,84 persen menjadi 11,90 persen. Sedangkan jumlah penduduk miskinnya turun sebanyak 69,07 ribu orang dari 1.113,76 ribu orang menjadi 1.044,69 ribu orang. Dibandingkan September 2021, angka kemiskinan Maret 2022 Sumatera Selatan juga turun sebesar 0,89 persen poin dari 12,79 persen menjadi 11,90 persen. Sedangkan jumlah penduduk miskinnya turun sebanyak 71,92 ribu orang dari 1.116,61 ribu orang menjadi 1.044,69 ribu orang.

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2021 sebesar 12,36 persen turun menjadi 11,99 persen pada September 2021 dan turun menjadi 11,23 persen pada Maret 2022. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan naik dari 13,12 persen pada Maret 2021 menjadi 13,28 persen pada September 2021 dan turun menjadi 12,31 persen pada Maret 2022. (rma/ril)