oleh

Work From Home, Layanan Langsung Kantor Pajak Sudah Tiga Kali Di Mundurkan

//Rakyat Keluhkan 3 Kali Kantor Pajak Di Perpanjang Kerja Di Rumah

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Pademi Covid-19 membuat mobilitas semua orang menjadi terbatas, Ini di lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus SARS CoV-2 sehingga banyak kantor maupun instansi pemerintah sampai saat ini masih memberlakukan Work From Home.

Satu dari sekian banyak kantor instansi pemerintah yang biasanya melayani Rakyat secara langsung namun sampai hari ini masih melakukan work from home adalah layanan kantor pajak, di ketahui sudah tiga kali mundur layanan kantor pajak, pertama akan di buka pada tanggal 29 mei, kemudian mundur 4 juni, mundur lagi menjadi 14 juni.

Sementara itu Presiden Jokowidodo, beberapa kali sudah bicara di berbagai media masa maupun medsos nya, memberi sinyalemen kita mesti berdamai dengan Covid, bahkan sudah di gadang gadangkan akan menerapkan pola hidup New Normal di Indonesia.

Terkait apa yang di sampai kan Presiden Jokowi, Masyarakat menyambut dengan berbagai pemikiran nya masing masing, ada yang sangat setuju, ada yang setuju, bahkan ada yang tidak setuju untuk hal yang tertentu.

Ray Abdul Salam, Masyarakat kota Palembang satu dari yang setuju tapi dengan syarat tertentu, ketika di minta pendapat nya saat berada di kantor pajak palembang mengatakan, prekonomian Negara bisa ambruk dan berdampak pada perekonomian rakyat.

”Kalau begini terus, bisa ambruk perekonomian Negara dan dampak nya sudah sangat terasa ke rakyat, saya sendiri sangat merasakan nya, tidak dapat melakukan kegitatan usaha, karna perusaha-an saya baru dan belum ada PKP serta Faktur Pajak nya, bagaimana saya dapat memulai usaha kalau keduanya blm ada.” ungkap ray di depan pintu kantor Pajak.

“Saat ini saja sangat susah untuk ngurus surat di kantor Pajak, Saya sudah tiga kali mau ngurus PKP, dan Faktur Pajak. Sampai hari ini masih tidak ada yang melayani secara langsung, yang ada hanya satpam berdiri di depan kantor, dan tidak dapat memberikan keterangan, selain menjelaskan bahwa layanan di tunda lagi.” lanjut ray kembali.

Ray mengatakan juga “memang ada kata satpam di depan layanan berbasis internet, ya itu bagi yang mengerti itu tidak menjadi masalah, namun kalau masyarakat pelaku ekonomi yang tidak mengerti bagaimana,” ujar nya bertanya.

“ya sudah lah rencana nya besok saya mau kirim kan berkas perusaha-an ini melalui kantor post, muda mudahan PKP maupun Faktur Pajak nya perusaha-an saya Cepat keluar, karna semua syarat syarat nya sudah lengkap semua,” ujar Ray menutup konfirmasi. (jekk/ojan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *