oleh

3 Tentara India Tewas, China Tuduh India Lintasi perbatasan yang Disengketakan

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – China menuduh India melintasi “perbatasan yang disengketakan” antara kedua negara, menurut sebuah laporan oleh kantor berita AFP.

Juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan pasukan India melintasi garis perbatasan dua kali pada hari Senin, “memprovokasi dan menyerang personil Tiongkok, mengakibatkan konfrontasi fisik yang serius antara pasukan perbatasan di kedua sisi”.

“Kami sekali lagi dengan sungguh-sungguh meminta agar India mengikuti sikap yang relevan dan menahan pasukan garis depan,” katanya.

“Jangan melintasi perbatasan, jangan memprovokasi masalah, jangan mengambil tindakan sepihak yang akan memperumit situasi perbatasan.” lanjutnya.

Beijing telah mengajukan “protes keras dan perwakilan khidmat” ke New Delhi, kata Lijian.

Dilaporkan dari Beijing, Al Jazeera, Katrina Yu, mengatakan Cina telah membantah “tanggung jawab apa pun yang menyebabkan perselisihan yang mengakibatkan kematian tiga tentara India”.

Pekan lalu, Cina mengatakan telah mencapai “konsensus positif” dengan India untuk menyelesaikan ketegangan perbatasan melalui saluran diplomatik dan militer. Yu mengatakan Lijian pada hari Selasa menuduh New Delhi “melanggar” konsensus itu.

“Lijian mengatakan pada 15 Juni, pihak India ‘mengejutkan’ melanggar konsensus ini sehingga dia cukup jelas menunjuk jari ke pihak India,” katanya.

“China telah membuatnya sangat jelas akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk melindungi kedaulatannya.”

Dalam sebuah pernyataan pekan lalu, kementerian luar negeri India mengatakan kedua pihak akan “melanjutkan keterlibatan militer dan diplomatik untuk menyelesaikan situasi dan untuk menjamin perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasan”.

Tetapi sumber dan laporan berita India menunjukkan bahwa India tampaknya telah secara efektif menyerahkan wilayah China yang diduduki Tentara Pembebasan Rakyat dalam beberapa pekan terakhir, khususnya bagian sisi utara Danau Pangong Tso dan beberapa lembah Sungai Galwan yang strategis dan penting.

Perdana Menteri India Narendra Modi dan pemimpin China Xi Jinping telah berusaha untuk meredakan ketegangan di puncak itu selama dua tahun terakhir ketika mereka sepakat untuk meningkatkan komunikasi perbatasan antara militer mereka.

“Pada dasarnya akan diperlukan dialog militer-ke-militer dan dialog diplomat-ke-diplomat – keduanya sedang berlangsung – untuk membuahkan hasil. Sejauh ini, mereka belum benar-benar membuahkan hasil,” ujar analis pertahanan Shukla. (jekk/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *