oleh

China Bebaskan 10 Tentara India Setelah Bentrokan Mematikan di Ladakh

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – China telah membebaskan 10 tentara India, termasuk setidaknya dua perwira senior, yang ditangkap dalam bentrokan perbatasan di Himalaya yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India, dilaporkan media lokal.

Pembebasan itu menyusul setelah beberapa putaran pembicaraan antara kedua pihak dalam upaya untuk meredakan ketegangan setelah pertempuran pada hari Senin lalu, di mana sejumlah pasukan dari kedua belah pihak bertempur dengan tongkat, paku dan saling melempar batu satu sama lain di Lembah Galwan yang disengketakan.

Surat kabar India The Hindu dan The Indian Express pada hari Jumat mengatakan pembebasan terjadi setelah perundingan tingkat umum (major-general-level talks) diadakan antara militer India dan Cina pada hari Kamis untuk meredakan ketegangan di perbatasan yang disengketakan.

‘Kembali tanpa cedera’

The Indian Express, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan 10 tentara dibebaskan oleh China sekitar pukul 17:00 (11:30 GMT) pada hari Kamis.

Tentara yang dibebaskan secara medis diperiksa dan diberikan pembekalan awal, kata laporan itu.

“Mereka dikembalikan tanpa cedera,” kata orang Hindu itu.

The Indian Express mengatakan ini adalah pertama kalinya setelah perang India-Cina 1962 bahwa tentara India ditahan oleh pihak China.

Sementara itu, tentara India pada hari Kamis membantah tentaranya berada di tahanan Tiongkok. “Tidak ada pasukan India yang hilang dalam aksi,” kata pernyataan yang dikeluarkan oleh tentara.

Kemudian pada hari itu, tentara India mengatakan 76 tentaranya terluka dalam bentrokan Senin malam di Lembah Galwan.

China belum secara resmi mengungkapkan jika negara itu menderita korban dalam bentrokan paling mematikan antara kedua negara tetangga yang bersenjatakan nuklir itu dalam beberapa dekade.

India dan Cina belum pernah melakukan baku tembak di perbatasan sejak 1967, meski kadang terjadi gejolak. Tentara di bawah instruksi untuk menjaga senapan mereka digantung di punggung mereka.

Sejak bentrokan itu, tidak ada tanda-tanda terobosan antara kedua raksasa Asia itu.

“Situasinya tetap seperti semula, tidak ada pelepasan, tetapi juga tidak ada penumpukan pasukan lebih lanjut,” kata sumber pemerintah India yang sadar akan situasi darat. (ojan/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *