Lampung, Berita Rakyat Sumatera – Sebuah meteroit jatuh menimpa dapur salah satu warga di lampung Tengah (28/1), hal itu membuat warga beramai-ramai mendatangi rumah tersebut karena menganggap benda langit tersebut betuah. dengan membawa air untuk direndam meteorit, mereka mempercayai air rendaman meteorit ampuh menyembuhkan berbagai penyakit
“Ada warga yang bilang, batu itu direndam di akuarium, lalu air rendaman batu itu diambil. Katanya, berkhasiat obat,” ujar Kepala dusun setempat Edi Kurniawan. Selain diminum, Edi menyebut ada juga warga membalurkan air rendaman batu ke tubuh. Ia mengatakan polisi sudah datang buat minta Munjilah (pemilik rumah) menyimpan batu dari khalayak umum. “Polisi bilang supaya tidak ada keramaian karena masih Covid-19 supaya [batu] ditutup,” tambah Edi.
Dosen Program Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera) sekaligus peneliti di Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) Robiatul Muztaba mengunjungi lokasi dan membawa sampel batu untuk diteliti di laboratorium. Saat ini, ia menunggu hasil penelitian apakah batu itu juga mengandung radioaktif, mengingat masyarakat berbondong-bondong meminum rendamannya.
“Kandungan radioaktif akan kami teliti agar jangan sampai ada penyalahgunaan, salah satunya dikonsumsi masyarakat. Desa Astomulyo ini sangat beruntung karena mengalami fenomena jatuhnya meteor,” kata Robiatul.
Ia mengimbau warga tidak sembrono memperlakukan meteorit sebagai batu bertuah. “Jika mengandung radioaktif, bisa menyebabkan kanker. Warga percaya ada khasiat, padahal enggak ada. Kami mengedukasi warga tidak mengonsumsi air [rendaman meteorit] itu,” ujarnya. (ray)







Komentar