oleh

DPR: Keputusan Sekolah Tatap Muka Diserahkan Kepada Masing-Masing Wilayah

Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah mengatakan, keputusan mengenai kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah pada masa pandemi Covid-19 awal tahun 2021 bukanlah suatu yang diwajibkan, tetapi diperbolehkan. Ditegaskannya, hal itu diserahkan kembali kepada masing-masing pemangku kepentingan di masing-masing wilayah untuk menilai, apakah wilayahnya sudah bisa melaksanakan sekolah tatap muka dengan aman.

“Karena dianggap (pemangku kepentingan) wilayah yang paling tahu di mana zona-zona yang dimungkinkan aman untuk anak-anak kembali bersekolah. Tentu dengan memperhatikan protokol Covid-19 yang ketat dan mengawasi agar para murid tidak berkerumun serta langsung pulang ke rumah setelah sekolah usai,” tuturnya di sela-sela mengikuti agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Menurut politisi yang akrab disapa Imma itu, hal lain yang mungkin perlu dipertimbangkan untuk diadakan oleh pemerintah daerah setempat, yakni kendaraan yang dikhususkan untuk melakukan penjemputan bagi para siswa sepulang mereka dari sekolahnya. Hal itu untuk memastikan anak-anak dapat pulang dalam kondisi aman sampai di rumah.

“Karena kalau tidak ada transportasi khusus, anak-anak sekolah itu bisa saja naik kendaraan umum yang berpotensi tertular virus covid 19 dari orang lain. Harus ada simulasi yang dilakukan. Disimulasikan dulu kepada sekolah yang berada di zona hijau setelah itu baru ke zona-zona lainnya. Untuk itu diperlukan kehati-hatian dalam menerapkannya karena menyangkut kesehatan dan keselamatan para siswa,” kata Imma.

Sementara itu, terkait bidang pariwisata yang ada di Kabupaten Purwakarta, Ima menilai pariwisata di Purwakarta cukup menarik karena memiliki ciri khas khusus, yakni wisata budaya yang bisa menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

“Mereka ingin melihat budaya yang berbeda. Bagus sekali Kabupaten Purwakarta menetapkan wisata budaya. Karena ini akan menjadi daya tarik tersendiri. Oleh karenanya daerah-daerah lain diharapkan juga bisa mencontoh seperti ini, dimana keindahan nilai-nilai budaya setempat diangkat menjadi suatu unggulan dan pasar,” imbuhnya. (rma/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *