Gubernur Babel, Hidayat Arsani. (Photo: ist).
Pangkalpinang, Berita Rakyat Sumatera — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menegaskan pentingnya sektor perikanan sebagai pilar utama dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam peningkatan produksi ikan di wilayah kepulauan tersebut.
Menurut Hidayat, posisi geografis Bangka Belitung yang 70 persen wilayahnya berupa perairan menjadikan sektor perikanan sebagai potensi unggulan yang perlu dioptimalkan.
“Dengan wilayah perairan yang mencapai 70 persen dari total wilayah, Bangka Belitung memiliki potensi besar di sektor perikanan,” ujar Hidayat, Kamis (30/10/2025).
Hidayat juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung dapat menembus angka di atas 5 persen pada tahun 2026.
“Saya berharap pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung terus berjalan baik dan meningkat. Target kita di tahun 2026 adalah pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen,” ujarnya optimistis.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Babel pada triwulan II tahun 2025 tumbuh 4,09 persen (yoy), meningkat signifikan dibandingkan pertumbuhan sepanjang tahun 2024 yang hanya mencapai 0,77 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Babel, Rommy Tamawiwy, juga menyampaikan optimisme serupa. Ia menilai pergerakan ekonomi Babel pada tahun 2025 menunjukkan arah positif dengan inflasi yang terjaga baik.
“Perekonomian kita mulai bergerak maju. Inflasi terjaga di angka 1,82 persen, termasuk tujuh terendah secara nasional. Sinerginya luar biasa dan saya sangat bersyukur,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Babel, Elvi Diana, menilai bahwa percepatan hilirisasi sektor perikanan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Saya ini orang yang sangat optimis. Dalam setiap kesulitan, selalu ada kesempatan. Hilirisasi perikanan dapat menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Babel,” ucap Elvi. (mhn/bbs)